Pelabuhan Batu Ampar dan Dua KEK Disasar Rudi

Batamxinwen, Batam – Sejumlah pekerjaan rumah besar menanti sentuhan Kepala BP Batam yang baru dilantik minggu lalu. Presiden RI Jokowi Widodo bahkan memerintahkan Muhammad Rudi, Walikota Batam yang ditunjuk sebagai pejabat ex-officio, segera mengeskalasi perbaikan Kota Batam dalam tenggat sesingkatnya.

“Bapak Presiden titip ke saya, 4 sampai 6 bulan, harus memperbaiki kondisi Kota Batam menjadi lebih baik. Presiden menegaskan, saya harus bisa mengatasi masalah yang ada, karena sudah tidak ada alasan dualisme lagi” kata Rudi saat didapuk untuk memberi kata sambutan dalam kegiatan pembukaan Simposium Internasional Keharmonisan Budaya 2019, di Swiss Belhotel Harbourbay, Kota Batam, Sabtu (5/10).

Menurutnya, pekerjaan rumah pertama yang segera digalakkan adalah revitalisasi dan modernisasi Pelabuhan Kargo Batu Ampar, sehingga pelayanan bongkar muat lebih efesien dan efektif.

“Yang pertama harus segera diperbaiki adalah Pelabuhan Batu Ampar, sehingga proses bongkar muat tidak lagi mengandalkan tenaga manusia. Kita bongkar dan rombak semua. Segera kita mulai, harus main cepat ,” tegasnya.

Rudi berharap, dengan revitalisasi dan modernisasi yang dicanangkannya, kapasitas daya tampung pelabuhan tersebut dapat meningkat signifikan. Menurutnya, angka 350.000 TEUs tidak ideal untuk menunjang pertumbuhan industri dan ekonomi Kota Batam.

“Saya harapkan kelak bisa mencapai 20 juta TEUs,” tuturnya.

Selain perombakan besar Pelabuhan Batu Ampar, Rudi juga mencanangkan pembentukan dua Kawasan Ekonomi Khusus di Zona Perdagangan Bebas Batam, yaitu di Kawasan Rumah Sakit BP Batam yang terletak di Sekupang dan Kawasan Turi Beach di Nongsa.

“Dulu dihembuskan isu KEK itu semua barang jadi mahal (di Batam). Itu bagi mereka yang tidak memahami saja. Saya mau buktikan, KEK dan FTZ itu bisa jalan barengan,” tegasnya

Walikota Batam juga menjelaskan, kebijakan KEK mempersingkat proses perizinan dan biaya keluar masuk barang, sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

“KEK rumah sakit memudahkan peralatan dan perlengkapan kedokteran yang canggih masuk, ada peraturan kementerian yang tidak berlaku di KEK. Saya yakin, pelayanan medis di rumah sakit nanti akan baik. Sumber daya manusia kita, ilmunya sama saja dengan luar,” kata Rudi.

Menanggapi demontrasi yang menolak dirinya merangkap jabatan Kepala BP, Rudi menyatakan, hal tersebut dipicu ketidakpuasan segelintir oknum yang sarat kepentingan politik.

“Kemarin, saya didemo, hal itu jangan direcoki. Kita ini negara hukum, gunakan jalur hukumnya. Kita sudah menyatu, tidak perlu lagi serang-menyerang.”

Dia juga mengimbau seluruh warga Batam untuk mendukung langkah-langkah kebijakannya sebagai Kepala BP Batam, sehingga perbaikan pertumbuhan ekonomi bisa terealisasi secara mulus. (Ependi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here