Foto: Joel Angel Juarez/AFP

Batamxinwen, Washington DC – Polisi sudah menahan pelaku penembakan yang menyebabkan 20 orang tewas di Texas, Amerika Serikat (AS). Pelaku diketahui bernama Patrick Crucius (21) yang berasal dari pinggiran kota Dallas.

Crucius menyerahkan diri kepada polisi di sekitar lokasi penembakan, kompleks pertokoan El Paso, Texas, Minggu (4/8/2019). Media AS mengidentifikasi Patrick Crucius sebagai warga kulit putih.

Polisi menemukan manifesto online yang berisi ujaran kebencian terhadap etnis Hispanik. Polisi sedang mengkaji hubungan antara ujaran tersebut dengan pelaku penembakan.

“Saat ini kita mempunyai manifesto dari terduga pelaku yang mengindikasikan potensi kejahatan rasial,” kata Kepala Kepolisian El Paso Greg Allen, seperti dilansir AFP.

El Paso sendiri berjarak sembilan jam perjalanan darat dari Dallas, tempat terduga pelaku berasal. 83 persen penduduk El Paso beretnis Hispanik.

Beberapa bulan ini, El Paso menjadi wilayah yang paling sibuk karena menjadi pintu masuk imigran. Imigran yang kebanyakan berasal dari Amerika Tengah masuk melalui El Paso untuk mencaari suaka.

El Paso juga menjadi destinasi wisata belanja bagi warga Meksiko. Presiden Meksiko juga sudah mengkonfirmasi tiga warganya tewas akibat penembakan tersebut.

Sebelumnya, penembakan terjadi di sebuah pusat perbelanjaan di kota El Paso, Texas, Sabtu (3//8). Setidaknya 20 orang tewas dan 26 warga lainnya terluka.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here