Dodi, pelaku penusukan balita ini dalam kondisi kritis. Foto: BX/ ist

Batamxinwen, Batam – Dodi Simamora (27), seorang Paman pelaku penikaman keponakannya sendiri yang masih berusia 2,5 tahun di Nongsa, ternyata jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Baidah, Ketua RT 01 / RW 09 Kampung Ubi, Teluk Bakau, Nongsa mengatakan, pelaku saat pindah ke daerahnya belum melapor ke perangkat setempat.

“Dia belum melapor, dan jarang sekali terlihat. Kami menganggapnya cuma tamu saja,” kata Baidah saat ditemui di lokasi kejadian, Jum’at (5/9).

Diceritakan Baidah, rumah yang ditinggali pelaku adalah rumah milik keluarga istrinya. Di mana salah satu yang juga tinggal disana adalah ibu bayi korban penikaman.

“Dalam rumah itu ada 4 Kartu Keluarga (KK) yang terdaftar. Dan itu tidak termasuk Dodi,” jelas Baidah.

Lanjut Baidah, pelaku sudah punya istri dan satu orang anak. Namun, mereka keduanya sama saja, sering berada di rumah ketimbang berinteraksi dengan warga.

Sedangkan ibu korban kata Baidah sangat akrab dengan warga sekitar. Ibu korban dipanggil dengan sebutan “Mamak si kembar” karena dia juga mempunyai anak kembar.

“Saya baru tahu dia tinggal di sana, setelah kejadian ini. Tapi yang jelas kasihan sekali itu si anak (korban), tadi pagi baru saya lihat dia cantik sekali pakai baju merah. Tega pamannya itu,” sambung perempuan paruh baya itu.

Baidah mengatakan, kejadian ini merupakan pertama kali terjadi di kampungnya dan merupakan pukulan telak. Dia katakan apapun motifnya dia dan warganya mengutuk kejadian sadis tersebut.

“Entah dia tidak waras atau ada motif lain, yang jelas kejadian ini sungguh tidak kita inginkan. Ibu korban itu akrab dengan kami. Semoga pelaku cepat sadar,” tutupnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here