Foto: ist

Batamxinwen, Jakarta – Pemerintah Sabah di Malaysia menetapkan bahwa 24 Desember 2019 sebagai hari libur umum tambahan.

Ketetapan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang beragama Kristen agar siap-siap menyambut Hari Raya Natal bersama keluarga maupun sanak saudara.

Ketua Menteri Sabah Mohd Shafie Apdal mengatakan ketetapan ini diputuskan dalam pertemuan Kabinet Negara Federal Rabu pagi, 11 Desember 2019.

“Saya harap jatah hari libur tambahan ini akan bermanfaat bagi mereka yang merayakan Hari Natal,” ungkapnya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 12 Desember 2019.

Mohd Shafie juga menuturkan perayaan liburan adalah simbol solidaritas dan harmoni dari berbagai ras dan agama di salah satu Negara Bagian Malaysia itu.

“Harmoni adalah kunci bagi perkembangan dan kemajuan negara kita. Karena itu, kita perlu menjaga persatuan untuk negara Sabah yang kita cintai,” jelas dia.

Sabah merupakan negara bagian kedua terbesar di Malaysia setelah Sarawak. Sabah berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kota Kinabalu. Sabah sering disebut sebagai “Negeri di Bawah Angin” (Land Below the Wind) ini berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa.

Dari total penduduk Sabah, sekitar 65,37 persen beragama Islam. Sedangkan, yang beragama Kristen sebesar 26,62 persen.

Secara keseluruhan, menurut Sensus Penduduk Badan Statistik Malaysia 2010, dari total penduduk Malaysia sebanyak 28,33 juta jiwa, 61,32 persen beragama Islam.

Lalu, 19,84 persen penganut agama Budha, 9,24 persen beragama Kristem, 6,27 persen penganut Hindu, dan kemudian Konghucu, Taoisme dan agama tradisi China, ketiganya sebesar 1,26 persen.(*)

Sumber: Viva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here