BX/Ist. Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya menangkap sindikat pelaku pencurian modus ganjal ATM yang biasa beroperasi di Jakarta.

BatamXinwen, Jakarta – Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya menangkap sindikat pelaku pencurian modus ganjal ATM yang biasa beroperasi di Jakarta. Hasil kejahatan yang didapat oleh mereka mencapai Rp 1 miliar.

“Kalau yang lapor ini untuk kehilangan atau tertelannya kartu kemudian diambil uangnya, ada Rp 800 juta kerugiannya. Tapi ini masih ada yang belum kita tambahkan bisa capai di atas Rp 1 M tapi yang laporan Rp 800 juta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu sebagaimana dilansir detik (12/9/2018).

Penangkapan ketiga pelaku berawal dari adanya laporan polisi dari warga yang mengaku menjadi korban pencurian di ATM minimarket pada 16 Juli 2017 lalu. Polisi kemudian menyelidiki kasus tersebut dan menangkap ketiga pelaku berinisial HT, Rizal dan A pada 13 Agustus 2018.

Argo mengatakan, para pelaku itu berbagi peran dalam menjalankan aksinya. HT berperan untuk mengganjal ATM, Rizal berperan memantau situasi dan A menampung uang hasil kejahatan.

“Modusnya ada tersangka ini pertama mengawasi, arti ngawasi itu berputar melihat ATM yang kalau dilakukan ganjalan ATM jauh dari jangkauan orang banyak,” ujar dia.

Modus mereka adalah mengganjal ATM dengan korek api. Setelah itu, salah seorang pelaku berpura-pura membantu korban yang kebingungan karena kartu ATM nya tidak keluar dari mesin.

“Nanti dia berpura-pura membantu. Bagaimana dia berupaya menghapal pin dari punya korban,” ujar Argo.

Pelaku kemudian menukarkan kartu ATM palsu yang telah disiapkan dengan kartu ATM milik korban. Pelaku juga meminta nomor PIN korban dengan dalih ingin membantu.

Setelah ATM nya diambil, salah seorang pelaku langsung menguras habis uangnya dan mengalihkannya ke rekening penampungan. Pelaku lain yang berperan menampung uang hasil kejahatan kemudian mengambil uang tersebut di kawasan Kalimantan.

“Uniknya semua kegiatan dilakukan di Jakarta tetapi orang ini membuat dan mengambilnya ada di Kalimantan, jadi Kalimantan dan Jawa. Melakukan, TKP nya di Jakarta tapi dia membelanjakan atau mengambilnya di Kalimantan,” tutur Argo.

Para pelaku ini telah beraksi selama satu tahun. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun hukuman penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here