Ratusan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Bela Aktivis dan Peduli Lingga menggelar aksi demo dengan membakar keranda mayat di halaman Kantor Bupati Lingga, Senin (7/1)

BatamXinwen, Lingga – Kantor Bupati Lingga di Jalan Istana Robat, Daik, Lingga, didemo. Ratusan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Bela Aktivis dan Peduli Lingga menuntut pemerintah kabupaten Lingga mengusir Direktur PT Multi Coco Indonesia, Ady Indra Pawennari, Senin (7/1).

Demo ratusan ativis ini menyusul Laporan Polisi yang dibuat Nomor : LP – B/ 18/ XII/ 2018/ Kepri/ SKPT – Res Lingga, tanggal 28 Desember 2018 boleh Ady terkait dugaan menyebarkan berita bohong yang mengandung fitnah dan pencemaran nama baik melalui akun facebook. Ady melaporkan Mandala, salah seorang aktivis.

Dalam orasinya koordinator aksi, Zuhardi alias Juai mengatakan, laporan terhadap rekan mereka itu merupakan aksi pembungkaman suara aktivis yang melakukan kontrol sosial. Dalam menggelar alksi demo mereka juga membawa spanduk bertuliskan “Anda bungkam aktivis usut tuntas percetakan sawah dan tambak udang di Kabupaten Lingga”.

“Kami minta pemerintah mengusir Ady Pawennari dari Bumi Bunda Tanah Melayu dengan pernyataan langsung, baik melalui media cetak maupun elektronik,” kata Juai.

Ratusan aktivis ini juga menuntut aparat penegak hukum mengusut percetakan sawah yang hingga saat ini belum memberikan hasil bagi masyarakat Lingga.

Sasana demonstrasi sempat memanas ketika pendemo menolak ditemui oleh Sekda Lingga, Juramadi Esram. “Kami butuh bupati yang temui kami,” kata para aktivis.

Kesal tidak ditemui bupati, aktivis sempat emosi dan hampir membakar salah satu motor di halaman kantor. Aksi itu berhasil dicegah polisi yang saat itu mengamankan aksi demonstrasi.

Tidak berhasil menemui Bupati Lingga, Alias Wello, para aktivis pun membakar keranda mayat yang menjadi simbol dibungkamnya suara aktivis sebelum meninggalkan halaman kantor bupati.

Mereka juga mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Bahkan, mereka juga berencana menggelar demo di Polresta Lingga untuk menuntut agar laporan terhadap Mandala dicabut. (tya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here