BatamXinwen, Jakarta – Gempa berkekuatan 7SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu mengundang jutaan simpati dari berbagai pihak.

Mereka berbondong-bondong memberikan bantuan kepada para korban. Tak sedikit pula yang memberikan bantuan secara langsung ke posko-posko pengungsian.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengunjungi Lombok beberapa waktu lalu untuk melihat secara langsung penanganan pascagempa, meski tidak menetapkannya sebagai bencana Nasional.

Tak hanya mendatangi posko pengungsian, Jokowi pun menyempatkan diri untuk bermalam di tenda pengungsian serta menggelar salat berjamaah.

Usai Jokowi, giliran bakal cawapres Sandiaga Uno juga turut mendatangai korban gempa Lombok pada Rabu (15/8). Kunjungan Sandi tersebut dalam rangka memberikan santunan, kegiatan sosial, dan bantuan kepada masyarakat korban gempa.

BX/ist

Sandi menyebut kunjungannya itu atas undangan dari Gubernur NTB terpilih Zulkieflimansyah yang juga kawan karib Sandi. Selain itu kata dia, selama ini beberapa yayasan sosial miliknya juga sudah memberikan santunan terhadap korban gempa di sana.

Pengamat politik Habibie Center Bawono Kumoro menyebut kunjungan Jokowi maupun Sandi ke Lombok tersebut tentu perlu diapresiasi dari sisi kemanusiaan.

Sebab, sebagai tokoh politik Jokowi maupun Sandi mau terjun langsung untuk membantu para korban gempa Lombok.

“Pertama tentu kita harus apresiasi, acungi jempol, ada solidaritas kebangsaan di sana,” katanya, dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (16/8).

Kendati demikian, kata Bawono, sebagai tokoh politik tentu kunjungan Jokowi maupun Sandi ke Lombok tersebut tak bisa dipungut juga sebagai sebuah langkah politik.

Apalagi, lanjutnya, di era pemilu langsung sekarang ini, terjun langsung ke masyarakat menjadi salah satu cara kampanye yang efektif.

“Ketika ada bencana partai ramai-ramai menancapkan bendera, bikin tenda dan sebagainya, jadi itu positif saja saya kira,” ujar Bawono.

Bawono menilai kunjungan Jokowi maupun Sandi tersebut tak pelak menjadi harapan bagi keduanya untuk mendulang simpati serta mendulang insentif elektoral di masyarakat.

“Dalam konteks komunikasi politik yang dilakukan tokoh politik tentu kalau tokoh politik melakukan sesuatu harus ditafsirkan ada kepentingan-kepentingan politik dari tokoh tersebut,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here