Penimbunan Manggrove di Tanjungpiayu Tak Berizin

Penimbunan mangrove di Kelurahan Tanjungpiayu ini diduga tak berizin

Batamxinwen, Batam – Perkumpulan Akar Bhumi Indonesia (ABI) kembali menemukan penimbunan hutan manggrove di kawasan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang ditanam oleh pihaknya pada bulan Agustus 2020 lalu tepatnya belakang perumahan Buana Garden, Tanjung Piayu, Kecamatan Seibeduk, Batam ditimbun untuk dijadikan kavling atau perumahan.

Soni Riyanto dari ABI mengatakan, berdasarkan penelusuran pihaknya di lapangan bahwa aktivitas penimbunan hutan manggrove ini diduga tidak memiliki izin lingkungan maupun AMDAL sehingga pihaknya menganggap kegiatan ini adalah kegiatan yang ilegal.

“Lokasi penimbunan tepat berbatasan langsung dengan lokasi RHL. Masalah-masalah seperti ini memang sering kita temukan di lapangan ketika kami melakukan penanaman,” ujarnya Senin (3/5/2021).

Padahal, kata dia, pada bulan Maret 2021 lalu ABI bersama dengan Gakkum KLHK telah menertibkan aktivitas penimbunan hutan manggrove di samping perumahan Buana Raja tepat disamping lokasi tersebut.

Tetapi tetap saja tidak membuat efek jera bagi para pelaku pencabul hutan manggrove untuk melancarkan aksinya dalam merusak lingkungan.

“Lambatnya penanganan tentang aduan kejahatan lingkungan di Batam dan tingginya kebutuhan pemukiman penduduk, banyak para pengembang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Celah itu banyak dimanfaatkan para pencabul lingkungan untuk melancarkan aksinya, dan selalu berdalih untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Soni.

Menurutnya, kegiatan ini sudah sangat jelas melanggar Undang-undang Pesisir No 27 tahun 2007 junto Undang-undang No 1 tahun 2014 tentang penggelolaan wilayah pesisir dan pulau pulau kecil yang mengatur tentang perlindungan ekosistem manggrove di luar kawasan hutan.

“Apabila pengembang tidak memiliki AMDAL maka akan terancam melanggar Peraturan Pemerintah No 27 tahun 2012 tentang izin lingkungan,” jelasnya.

Bahkan kata dia, pada tanggal 26 April 2021 lalu pihaknya juga telah menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengenai aktivitas ini namun belum mendapatkan tanggapan secara resmi.

“Kita juga sudah menyurati DLH Batam sejak tanggal (26/4/2021) namun sampai hari ini belum ada tanggapan, dan ini kita akan memfollow up kembali ke mereka,” pungkasnya. (shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here