Jenazah Veronica Ira Trisusanti (48) , di semayamkan di Rumah Duka Marga Tionghoa di Baloi, Batam, foto : Bintang/ BX

Benarkah Ia Korban Begal di Batam ?

Batamxinwen, Batam – Kepergian Veronica Ira Trisusanti (48) yang diduga menjadi korban penodongan di pagi buta pada, Rabu (15/05) lalu, di sekitaran jalan Hotel Vista Batam. Menyisakan luka mendalam sekaligus tanda tanya bagi kerabatnya.

Pasalnya, kronologis kejadian yang menjadi penyebab kematian Ira masih simpang siur.

“Masih abu-abu, saya masih sedikit bingung,dengan kronologi kematian korban yang beredar saat ini.” ujar salah seorang kerabat almarhum yang meminta namanya tidak disebutkan ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (17/05) malam.

Menurutnya, simpang siur kronologi yang beredar, kemungkinan berawal dari pernyataan, Lucky Chui suami korban yang masih trauma. Namun, sudah dicecar banyak pertanyaan dari segala pihak.

“Iya, mungkin karena masih trauma. Kita tunggu saja saat dia sudah dapat melewati masa dukanya, agar dapat menjelaskan lebih baik, sehingga kedepannya tidak ada kesalahpahaman.” jelasnya

Adapun hal terlewat yang ia maksudkan adalah seperti, alasan suami yang tidak langsung melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, juga identitas pengendara motor yang membawa Ira ke Rumah Sakit, serta beberapa kronologi rinci lainnya pada saat kejadian.

Lebih jauh ia menambahkan, bahwa pelaku penodongan yang membuat hilangnya nyawa Ira, harus segera dapat ditangkap dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. Namun, tanpa mengesampingkan kemanusian.

“Semoga pelaku dapat segera ditangkap dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku tanpa mengesampingkan kemanusian karena sejauh yang saya tahu, kedua pelaku masih remaja,” ujarnya.

Puluhan orang melayat jenazah Veronica Ira Trisusanti di Rumah Duka Marga vTionghoa di Batam, foto : Bintang/BX

Berdasarkan informasinya yang beredar di facebook dan media, pada saat kejadian korban bersama suami diketahui sedang melakukan aktivitas jalan pagi. Tiba-tiba dihadang oleh dua orang pemuda tak dikenal, sambil menodongkan sebilah pisau dan mengancam korban.

Mendengar hal itu, Lucky mencoba melindungi istrinya dengan berjalan mundur untuk menyelamatkan diri. Namun tiba-tiba Ira jatuh dan kepalanya terbentur hingga mengeluarkan darah.

Setelahnya, Lucky sempat berteriak meminta pertolongan, sambil terus melindungi istrinya yang jatuh pingsan tersebut.

Kedua pelaku yang diduga panik melihat Ira berdarah dan teriakan Lucky yang semakin kencang langsung kabur melarikan diri.

Setelah kepergian kedua pelaku, Lucky mencoba menyadarkan istrinya yang pingsan tersebut, dengan mengatakan bahwa pelaku telah kabur. Ira sempat terbangun dan membalas perkataan Lucky.

“Ooh syukurlah,” ujar Ira.

Lucky meminta bantuan kepada pengendara sepeda motor yang lain untuk mengantarkan korban ke Rumah Sakit Awal Bross.

Dari hasil CT Scand diketahui kalau Ira mengalami pendarahan hebat dibagian otak.Dirinya sempat menjalani operasi, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Ira menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 04.00 WIB.

Saat ini jenazah Veronica Ira Trisusanti berada di Rumah Duka Marga Tionghoa Batu Batam.

Meskipun tidak ada laporan, namun Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja Iptu Awal Syakban Harahap, mengatakan tetap akan melakukan penyelidikan pada kasus ini. (Bintang)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here