Penyidik Kejari Batam Tetapkan Kadishub Batam Tersangka

Kejaksaan Negeri Batam

Batamxinwen, Batam – Penyidik Kejaksaan Negeri Batam (Kejari) menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Rustam Efendi (RE) sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pengembangan kasus dari Kasi pengujian kendaraan bermotor Batam, Hariyanto (H).

Rustam Effendi (rompi merah) ditahan di rutan setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi

Hal ini diungkapkan oleh, Kajari Batam, Polin Octavianus Sitanggang melalui Plt. Kasi Intel Kejari Batam, Hendarsyah Yusuf Permana kepada awak media di Kantor Kejari Batam, Kamis (8/4/2021).

“Pada Hari ini, tanggal 8 April 2021 sekira pukul 11.00 WIB, penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Batam menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, RE sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Kata dia, RE secara jelas telah melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP atau 12 huruf a Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, RE juga telah dilakukan penahanan di Rutan Negara selama 20 hari dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan tanggal 27 April 2021.

“Tersangka RE melakukan tindak pidana bersama-sama dengan tersangka, H yang telah ditahan sebelumnya, dimana klasifikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka RE dan tersangka H adalah tindak pidana korupsi yang terkait dengan Perbuatan pemerasan,” kata Hendar.

Menurutnya, perbuatan tersangka RE bersama-sama dengan tersangka H telah mengganggu iklim investasi di Kota Batam di tengah terpuruknya ekonomi di saat Pandemi Covid-19.

“Bahwa pungutan liar (Pungli) yang dilakukan tersangka RE bersama-sama dengan tersangka H dilakukan terhadap penerbitan SPJK yang merupakan syarat terbitnya Surat KIR (pengujian kendaraan bermotor), dimana subjek ungutan liar adalah Dealer Mobil se Kota Batam,” pungkasnya. (shafix)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here