BatamXinwen, Tanjungpinang – Sidang Praperadilan yang diajukan Wiharto Alisa Liwa dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan dari Penasehat hukum terdakwa digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (25/5).

Penasehat Hukum terdakwa Liwa menganggap penanganan terhadap kliennya itu, adalah cacat hukum dan diduga adanya aturan dalam penegakan hukum.

Edward Arfa, SH mengatakan, dalam BAP berita acara penetapan tersangka terhadap Wiharto, banyak pertanyaan yang menjebak. Bahkan dalam pasal yang diterapkan, tidak dijelaskan junto dalam berita acara.

“Terlalu prematur penetapan tersangka. Bahkan perlakuan penyidik saat memeriksa dari pukul 10.00 sampai pukul 04.00 dini harii, itu sudah melanggar HAM. Bahkan sudah melanggar kode etik peraturan dari kepolisian. Serta penahanan yang dilakukan belum cukup bukti untuk melakukan penangkapan yang otomatis penyidikannya salah dan upaya paksa hukum lainnya juga salah,” kata Edward Arfa

Disisi lain tim penasehat hukum Polda Kepri Kombes Pol Totok Wibowo dan Dwihatmoko Wiraseno yang menghadiri Praperadilan dan selaku Tergugat mengatakan, di dalam aturan hukum apabila ada pihak yang tidak hadir maka pihak pengadilan pun menunda,l.

“Kebetulan kami ada kegiatan lain dan pihak pengadilan pun menghitung persidangan dimulainya pada hari ini sampai 7 hari kedepan,” jelasnya.(Yli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here