Personil Polsek Sekupang Kawal Rapat Pembahasan UMK di Kantor Disnaker

Pengawalan aksi buruh dipimpin langsung  Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana S.IP., M.Si , selaku penanggung Jawab Wilayah,  Selasa (29/11/2022) pagi. 

Batamxinwen, Batam – Personel Polsek Sekupang dan Polresta Barelang disiagakan dalam rangka pengamanan Aksi Unjuk Rasa Koalisi Rakyat Kota Batam. Aksi dipimpin  Faisal Kurniawan (Pankorda Garda Metal FSPMI Kota Batam) dalam mengawal Rapat Pembahasan UMK Kota Batam Tahun 2023 di Kantor Disnaker Kota Batam.

Pengawalan ini dipimpin langsung  Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana S.IP., M.Si , selaku penanggung Jawab Wilayah,  Selasa (29/11/2022) pagi.

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh sejumlah massa dari sebagian besar didominasi oleh para serikat pekerja Kota Batam dengan jumlah massa kurang lebih 500 Orang, dengan pengamanan dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Anjar dan  Kompol Yudha, serta Gabungan Personil Polsek dan Sabhara Polresta Barelang dibantu Satpol PP Kota Batam.

Adapun yang menjadi tuntutan dari Koalisi Rakyat Batam yaitu Tolak Pembahasan Upah Menggunakan PP No. 36, Tetapkan Upah Minimum 2023 Berdasarkan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi, tetapkan Upah Minimum Tahun 2023 sebesar 13%, Tetapkan Upah Minimum Kota Batam Tahun 2023 sesuai hasil survey KHL 2022 dan Putusan Kasasi MA No. 75 K/TUN/2022.

Sekira pukul 10.00 Wib bertempat di lantai II Kantor Disnaker Kota Batam dilaksanakan rapat Pembahasan penyampaian kondisi ekonomi dan Ketenaga kerjaan untuk Penetapan Upah minimum Tahun 2023 dan UMK Tahun 2023.

Hadir dalam Rapat antara lain Rudi Sakyakirti S.H, M.H Kepala Disnaker Kota Batam, Kabg Ops Polresta Barelang Kompol Anjar, Kasat Intelkam Polresta Barelang Kompol Yudhi Arta Rustam dan Dewan pengupahan perwakilan dari pihak pengusaha dan perwakilan masing-masing Serikat pekerja di Kota Batam.

Hasil kesepakatan rapat adanya penyesuaian nilai UMK yang di usulkan ke Provinsi Kepulauan Riau adalah usulan unsur Pekerja SPSI mengusulkan UMK Tahun 2023 adalah 4.759.932, usulan FSPMI meminta Gubernur untuk menaikkan UMK Batam Tahun 2023 sebesar Rp. 5.380.739 dan bagi pekerja diatas 1 tahun berhak mendapatkan UMK Tahun 2023

Adapun usulan Dewan pengupahan Kota Batam merekomendasikan UMK tahun 2023 adalah 4.229.256 dengan kenaikan 2,7 % sesuai dengan Permenaker No. 18 Tahun 2022 tentang pengupahan upah minimum tahun 2023.

Selanjutnya berita acara di tuangkan di berita acara hasil rapat dengan usulan yang tertuang dan di tandatangani semua pihak selanjutnya akan di sampaikan ke Gubernur Kepri.

Kapolresta Barelang melalui Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana S.IP., M.Si menyebutkan aksi unjuk rasa Koalisi Rakyat Kota Batam dilakukan di Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Jl. RE. Martadinata Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Sekupang – Kota Batam dalam rangka mengawal Rapat Pembahasan UMK Kota Batam Tahun 2023.

”Aksi unjuk rasa merupakan bagian dari hak para buruh. Sementara aparat keamanan, lanjutnya, akan bertugas memastikan bahwa aksi para buruh itu berjalan aman dan kondusif,” tutur Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana S.IP., M.Si ketika pimpin pengamanan di Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Jl. RE. Martadinata Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Sekupang – Kota Batam. Senin (29/11).

Kita hanya meyakinkan bahwa di wilayah aksi demo aman, tidak ada sikap atau gerakan yang anarkis dari peserta demo, saya yakin juga itu juga tidak akan terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan pihaknya mengedepankan langkah preemtif dan persuasif dalam mengamankan aksi buruh.

” Dalam menghadapi massa, Kita tetap menerapkan langkah persuasif, untuk menggunakan pendekatan-pendekatan yang simpatis dan humanis,” tegasnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini