Pertamina Minta Ada Petugas Pengecekan di Setiap SPBU demi Antisipasi Potensi Penyalahgunaan Rekomendasi

ilustrasi spbu

Batamxinwen, Batam – Pendistribusian bbm bersubsidi jenis solar dan pertalite yang dikhususkan untuk sebagian warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan, menggunakan surat rekomendasi dari dinas terkait.

Namun dalam praktiknya, kebijakan ini berpotensi memunculkan terjadinya penyalahgunaan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi tersebut.

Untuk menangkal  terjadinya penyalahgunaan surat rekomendasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pertamina berharap, ada petugas dinas terkait yang ditempatkan di SPBU untuk melakukan cross cek terhadap surat rekomendasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran kuota yang diberikan pertamina.

“Kalau ada petugas dari dinas terkait yang standby akan lebih baik. Tapi semuanya kembali ke dinas terkait, ” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Selasa (24/1).

Menurutnya, saat ini setiap transaksi pembelian BBM subsidi seperti solar dan pertalite akan dicek oleh operator dalam hal ini pihak SPBU. Pengecekan ini bertujuan guna memastikan peruntukan minyak tersebut benar-benar tepat sasaran susuai yang direkomendasikan.

“Kalau ada penyalahgunaan atas rekomendasi berarti tanggungjawab di pembeli, ” tuturnya.

Sementara itu tambah Agust, Pertamina hanya menyalurkan minyak bersubsidi sesuai yang direkomendasikan dinas. Sedangkan yang mengeluarkan rekomendasi pembelian minyak subsidi khusus bagi nelayan adalah dinas terkait dalam hal ini Dinas Perikanan Kota Batam.

“SPBU mengeluarkan BBM atas dasar rekomendasi. Apakah rekomendasinya tepat atau tidak, buka ranah kami untuk menjawab. Bisa ditanyakan ke dinas terkait, ” pungkasnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Ridwan mengatakan, idealnya memang harus ada petugas yang mengawasi di tiap SPBU. Namun begitu keterbatasan personil juga jadi kendala saat ini. Dinas Perikanan lanjutnya, tetap melakukan monitoring dan sekaligus turun ke lapangan secara random guna memastikan minyak subsidi yang sudah direkomendasikan tersebut benar-benar sesuai peruntukannya.

“Disamping monitoring di lapangan, kita juga berkoordinasi dengan SPBU untuk memastikan bahwa yang bersangkutan sesuai rekomendasi. Selain itu setiap yang direkomendasikan ini wajib mengambil foto ketika mengambil minyak di SPBU ataupun ketika bongkar minyak, ” tegasnya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini