BatamXinwen, Batam -Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau diperkirakan tumbuh melambat pada triwulan III 2018. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan pada Tw III-2018 ekonomi Kepri diperkirakan tumbuh di kisaran 4-4,4 persen (year on year/yoy). Pada Tw II-2018 pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat sebesar 4,51 persen.

“Kita perkirakan relatif turun. Tapi itu perkiraan kita. Kita belum dapat data akurat,” kata Gusti

Ia menjelaskan, sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor industri akan menyumbang perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sementara industri pengolahan diperkirakan akan menguat sejalan dengan ekspaktasi bisnis semikonduktor Singapura.

“Dari survei kita, pelaku usaha konstruksi bilang kemungkinan akan turun 5,38 persen. Kita perlu waring untuk konstruksi ini karena cukup signifikan turunnya dari 9,35 persen jadi negatif 5,38 persen,” tuturnya.

Sedangkan dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan disumbang oleh pelemahan ekspor. Lifting migas diperkirakan mengalami penurunan sejalan dengan sumur yang semakin tua. Dan ini akan berdampak pada ekspor migas Kepri. Meski ada potensi kenaikan harga sejalan dengan pengenaan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

Sementara itu, inflasi pada triwulan III diperkirakan akan sedikit meningkat. Pada Tw II-2018 inflasi dapat ditekan hingga 4,06 persen dari 5,05 persen di triwulan sebelumnya.

“Inflasi ini bisa kita tekan, sepanjang bisa menjaga dengan 4K dan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Kita optimis bisa menjaga inflasi di Kepri dalam target nasional 3,5 +/- 1 persen (yoy),” ujarnya.

Adapun jurus 4K yang dimaksud Gusti yakni menjaga Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan terakhir Komunikasi. (Yli).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here