Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Batam, Yunus Muda. (Foto: Phendi/BX)

Batamxinwen, Batam – Gelaran politik lima tahunan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai bereskalasi. Sejumlah tokoh dan yang dianggap tokoh, mulai memberi pernyataan maju mencalonkan diri sebagai yang paling layak memimpin Kota Batam lima tahun ke depan pada periode 2019-2024.

Ada tokoh yang terlahir dari partai politik. Ada juga tokoh lain di luar partai. Meskipun begitu, sama memiliki peluang sejajar untuk dijual ke publik, rakyat Kota Batam.

Sejumlah partai politik pun mulai memasang kuda-kuda dengan segala intrik dan taktiknya. Konsolidasi dan komunikasi pun dibangun di antara elite partai. Tentu yang dicari adalah kesepahaman kepentingan.

Sejumlah partai yang secara terbuka, melakukan penjaringan bakal calon. Tentu dengan dasar pertimbangannya. Namun ada pula yang enggan membuka pintunya untuk menjaring kader luaran.

Partai Golkar, salah satu partai politik yang enggan membuka pintunya bagi kader luar partainya. Tentu putusan itu menimbulkan sejumlah dampak politik. Pasalnya Partai besutan Airlangga Hartarto itu, saat ini hanya memiliki 7 kursi. Artinya partai berlambang beringin ini masih butuh kawan menggenapi syarat minimal 20 persen kursi di parlamen, yaitu berjumlah 10 kursi.

“Ya tentu secara internal di institusi Partai Golkar sudah mempertimbangkan segala keputusannya; plus dan minusnya,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Batam, Yunus Muda dalam bincang-bincangnya bersama Batamxinwen, Minggu (14/9/2019).

Dia mengatakan, barisan kader beringin di helatan politik ini sudah disiapkan dan secara institusi dinilai layak menjadi leader bagi seluruh warga Kota Batam lima tahun mendatang. Karena memiliki cukup stok kader itulah, telah mendorong Partai Golkar Batam, enggan membuka pintunya bagi calon pemimpin Batam di luar partai.

Bahwa nantinya akan ada lagi komunikasi intensif dengan sejumlah partai politik untuk menjadi teman dalam satu perahu koalisi di pilkada nanti, menurut Yunus adalah sebuah keniscayaan. Tak akan ada partai politik yang bisa maju melenggang tanpa koalisi. Karena itulah komunikasi lintas partai terus akan dibangun.

“Kita (Partai Golkar) tentu akan mencari yang seirama dari aspek visi memperjuangkan kepentingan rakyat. Pijakan perjuangan kami adalah rakyat, karena ‘suara Golkar adalah suara rakyat’ ”, kata Anggota DPRD Kota Batam tiga periode itu.

Ada sederet kader Partai Golkar yang secara internal patut didorong ikut dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan di Kota Batam itu. Yunus menyebut, antara lain, Ketua DPD Partai Golkar Kota Batam Ruslan Ali Wasyim yang juga saat ini adalah Anggota DPRD Kota Batam.

Ada juga Asmin Patros. Kader Golkar yang sudah banyak makan asam garam di dunia politik. Kader ini sudah lima periode menjadi wakil rakyat baik di Kota Batam maupun secara kelembagaan di DPRD Provinsi Kepri.

“Pak Asmin Patros itu sudah lima periode jadi anggota DPRD. Tiga periode di DPRD Kota Batam dan dua periode di DPRD Provinsi Kepri. Dia layak dijual oleh Partai Golkar ke publik masyarakat Kota Batam,” kata Yunus.

Meskipun demikian, Yunus mengaku akan ada keputusan final dari sejumlah langkah praktis yang ditempuh Partai Golkar untuk mendapatkan seorang kader usungannya. Namun satu yang pasti Partai Golkar akan menutup pintunya dan hanya akan mendorong kadernya, maju bertarung untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota lima tahun mendatang.(arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here