Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur didampingi Kasubdit V dan Kasubbid PID Humas Polda Kepri menunjukan barang bukti yang diamankan dari dua pelaku sindikat penipuan SIM Swap. Foto : Zelly/BX

Batamxinwen, Batam – Jajaran Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepri kembali mengungkap kasus penipuan melalui jaringan online dengan mengamankan dua orang pelaku yakni David (28) dan Ade Yuli (39).

Adapun penipuan yang dilakukan pelaku yakni menggunakan modus SIM Swap dengan mengincar targetnya yang menggunakan internet mobile banking. Korban yang menjadi target juga dilakukan secara acak.

David dan Ade Yuli, pelaku penipuan SIM Swap yang diamankan jajaran Polda Kepri. Foto : Zelly/BX

Direktur Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur menuturkan, terungkapnya penipuan SIM Swap ini setelah pihaknya menerima laporan Polisi dari masyarakat yang menjadi korban penipuan tersebut bernisial RA, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk kedua pelaku.

“Jadi korban ini selaku pemilik nomor telepon salah satu provider yang nomornya itu tersambung dengan akun mobile dan internet banking, merasa bahwa nomornya itu digunakan seseorang,” ujar Rustam, didampingi Kasubdit V Ditreskrimsus, dan Kasubbid Humas Polda Kepri, saat ekspose pengugkapan kasus tersebut di Mako Polda Kepri, Senin (23/9/2019).

Diterangkan Rustam, dua pelaku yang terdiri satu pria dan wanita itu ditangkap jajarannya di Jakarta. Mereka pun dalam menjalankan aksinya mempunyai peran masing – masing.

“Pelaku David bersama salah satu pelaku berinisial S (DPO) mencari secara acak nomor telepon yang menggunakan Internet dan M-Banking. Lalu, mereka melakukan perubahan kepemilikan nomor telepon atas suruhan AM (napi di lapas daerah pulau Jawa),” terang Rustam.

Dilanjutkan Rustam, untuk tersangka Ade Yuli perannya yakni mencari seseorang yang bisa berhadapan dengan pihak Provider. AY sendiri sebelumnya telah diarahkan tersangka S (DPO) agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pihak Provider.

“Tugas Ade Yuli melakukan pergantian kepemilikan nomor telpon korbannya ditempat kantor pelayanan provider,” sebut Rustam.

Dari pengungkapan ini, jelas Rustam, pihaknya berhasil menemukan barang bukti diantaranya 4 (Empat) unit Handphone, SIM Card, Formulir Pergantian nomor telepon, Kartu Tanda Penduduk, 2 (dua) buku tabungan, sisa uang dari hasil kejahatan senilai Rp. 2.068.000.

“Sedangkan korban RA, atas peristiwa penipuan SIM Swap ini mengalami kerugian Rp 50.610.000,” kata Rustam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 46 Ayat (2) Jo Pasal 30 Ayat (2) dan/atau 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) dan/atau 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 84 dan 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana dan/atau Pasal 3,4,5 dan 10 Undang-undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 378 dan/atau Pasal 55 KUHPidana. (Zell)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here