Polisi Bekuk 4 Pelaku Curas Terhadap Pasutri di Batam

Polda Kepri merilis 4 pelaku curas (Foto : BX)

Batamxinwen, Batam – Jajaran Ditreskrimum Polda Kepri berhasil membekuk 4 orang tersangka dengan inisial M, FS, MI dan SA yang melakukan tindakan pencurian serta kekerasan (Curas), pemerasan dan pengancaman yang dialami oleh pasangan suami istri (Pasutri) asal Batam, Bayu dan Santi.

Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Ruslan Abdul Rasyid kepada awak media menjelaskan, kronologi tindak pidana tersebut di Mako Polda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (25/1/2021).

“Kronologis kejadian bahwa sesuai dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka yang kita lakukan pada tanggal 12 Januari sebelum laporan (Laporan Polisi Kamis 25/1/2020) tersebut terjadi Bayu dan Santi ini mendatangi rumah F (tersangka yang masih dalam pencarian),” ujar AKBP Ruslan Abdul Rasyid, Wadirkrimum Polda Kepri.

“Setelah itu, Santi disekap di rumah F dan dipaksa untuk menyetujui masalah pembayaran perikatan yang telah dilaksanakan. Setelah itu, Santi digiring ke rumahnya menggunakan sebuah mobil,” bebernya.

Kemudian, F memerintahkan kepada tersangka yang ada dibelakang ini (empat tersangka yang berhasil diringkus) untuk melakukan pengepungan rumah dan pemukulan terhadap suami Santi. Tak cukup memukul korban, pelaku  juga mengambil barang-barang berharga milik Santi dan mengancam akan membawa anak-anaknya dan juga mengancam akan membawa ke jembatan barelang untuk menghilangkan kaki Santi.

“Itu adalah perintah dari F terhadap rekan-rekan yang sekarang menjadi tersangka di belakang ini,” ungkapnya.

Lanjut kata dia, atas laporan tersebut selanjutnya Subdit 2 Ditreskrimum Polda Kepri bersama dengan unit Opsnal 3 Jatanras Polda Kepri mendalami laporan tersebut dan melakukan penyelidikan secara pulbaket dari TKP tersebut serta memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi tersebut.

“Adapun dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan atau pemerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang maupun benda sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 atau 368 KUHP dan pasal 170 KUHP atau pasal 335 KUHP yang terjadi pada hari Sabtu 9 Januari pukul 01.00-03.00 WIB,” paparnya.

Sementara itu, dari perbuatan para tersangka tersebut pihaknya mendapatkan barang bukti untuk dilakukan penyitaan yakni satu unit Iphone warna gold, satu unit jam tangan merk Ripcurl warna silver, satu unit jam tangan warna hitam lis kuning, satu unit flashdisk berisi rekaman cctv, sebuah gunting warna hijau yang digunakan untuk pengancaman dan 4 unit mobil milik para tersangka.

“Adapun tersangka pada tindak pidana ini yaitu adalah AS, TJ yang melanggar pasal 160 dan pasal 170 KUHP. Kemudian M, FS , MI dan SA melanggar pasal 365, 368,” jelasnya.

“Jadi dapat kami sampaikan bahwa barang bukti yang kami sita dari pada tersangka tersebut adalah barang-barang yang diambil di dalam rumah pelapor pada saat kejadian atas perintah dari F yang saat ini masih kita cari keberadaannya,” pungkasnya. (BX)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here