Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Riau, Yosef Dwi Iwan Prakarsa saat diwawancarai usai acara bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi tentang Obat dan Makanan, di Asrama Haji Batam, Kepri, Rabu (20/2) siang. Foto/BX/JPandiangan

Batamxinwen, Batam – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri, Yosef Dwi Irwan, mengapresiasi langkah pihak kepolisian atau instansi lainnya yang mulai ikut terlibat dalam pemberantasan produk kosmetik ilegal.

Bahkan menurutnya, adanya kabar Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) RI turun langsung dalam penggerebekan gudang kosmetik ilegal di Baloi Permata Regency, Batam Kamis (12/12) lalu, membuat masyarakat semakin merasa terlindungi dengan produk yang beresiko terhadap kesehatan.

“Saya baru mendengar info tersebut, tentu sangat berterima kasih dan syukur semakin banyak instansi yg terlibat dalam pemberantasan produk ilegal ini,” ujar Yosef, Sabtu (14/12).

Terangnya, terkait penangkapan dua tersangka tersebut, Polri sendiri sebagai penyidik umum memiliki kewenangan untuk melalukan proses penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Dan pihaknya, apabila dibutuhkan sangat siap mensupport dan bersinergi mengungkap kasus ini.

“Tentunya apabila diperlukan, kita akan support. Misalnya nanti dibutuhkan terkait keterangan Ahli untuk kasus tersebut,” jelas Yosef.

Lanjut dia menerangkan, di era revolusi industri 4.0 saat ini tantangannya memang semakin kompleks. Salah satunya adalah peredaran produk Obat dan Makanan termasuk kosmetik yang kini tidak hanya melalui mekanisme konvensional, tapi mulai masuk era digital atau online.

Dan tentunya kata dia, dibutuhkan sinergitas yang kuat antar institusi pemerintah untuk memutus mata rantai supply and demand, “Salah satunya juga melalui edukasi pada masyarakat, agar kedepan hanya membeli produk yang telah memiliki izin edar untuk jaminan mutu, keamanan, khasiat, dan kemanfaatannya,” pungkasnya

Pada pemberitaan sebelumnya diketahui, polisi mengamankan dua orang tersangka berjenis kelamin laki-laki dan perempuan di sebuah komplek perumahan. Dalam penggerebekan gudang kosmetik ilegal tersebut, diketahui polisi mengamankan puluhan dus dan karung yang diduga berisi kosmetik ilegal.

Tak tanggung-tanggung, untuk mengangkut puluhan dus dan karung itu saja polisi harus menggunakan dua mobil mobil bak terbuka.

Dikabarkan juga, saat ini para tersangka sudah diamankan di Polda Kepri. Dan sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here