Bobby Jayanto menyambangi Kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk di periksa sebagai saksi beberapa waktu lalu, foto : Yuli/bx

BatamXinwen, Tanjungpinang – Setelah melakukan serangkaian penyelidikan. Satreskrim Polres Tanjungpinang akhirnya menetapkan Bobby Jayanto, sebagai tersangka atas kasus dugaan rasisme pada pidatonya saat sembahyang keselamatan laut di Pelantar II Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, penetapan status tersangka kepada Politisi NasDem itu setelah pihaknya melakukan gelar perkara dan menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

” Setelah kami laksanakan gelar perkara kemarin dari sore hingga malam hari. Hasilnya dari gelar tersebut kita tingkatkan status Bobby Jayanto dari saksi menjadi tersangka” kata kasat Reskrim polres Tanjungpinang AKP Efendi Ali yang dijumpai diruang kerjanya, Kamis (22/8) pagi.

Dikatakan Alie, pihaknya pun dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan terhadap Ketua DPD NasDem itu sebagai tersangka.

“Secepatnya akan kami panggil untuk di periksa sebagai tersangka,” kata Alie.

Akibat perbuatannya itu, terang Alie, anggota DPRD Kepri Terpilih periode 2019 – 2024 itu dijerat dengan pasal Pasal 16 junto pasal 4 ayat 2 huruf B undang – undang RI nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan RAS dan diskriminasi.

“Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” sebut Alie.

Seperti diketahui, dugaan Rasis dan diskriminasi etnis oleh Bobby Jayanto tersebut muncul pada saat ia berpidato dengan bahasa Tionghoa yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia, adanya dugaan penyebutan bahasa kulit hitam dan kulit putih pada kegiatan perayaan sembahyang keselamatan di Pelantar 2 Tanjungpinang.

Ucapan Bobby tersebut juga diduga berkaitan pencalegkan dirinya sebagai anggota DPRD Kepri sehingga ia dipilih oleh masyarakat pendukungnya pada Pemilu 2019 lalu. Ucapan Bobby itu juga dikabarkan sempat viral dibeberapa media sosial lokal, hingga akhirnya dilaporkan oleh beberapa LSM dan Oramas ke Mapolres Tanjungpinang. Laporan Polisi Nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019 tersebut terkait perkataan Bobby yang diduga telah mengundang unsur sara. (Yuli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here