Saat ini mayat Rozali masih berada di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri, Nongsa. Foto: BX

Batamxinwen, Batam – Dokter RS Bhayangkara dan Penyidik Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota masih menuggu hasil swab test terhadap mayat Rozali (69), pria yang ditemukan tewas tergantung di sekitar gedung Mall Pelayanan Publik, Batamkota, Senin, 21 September 2020 lalu.

“Hasil swab testnya belum keluar,” kata Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Guchy Octane pada Batamxinwen.com, Rabu, 23 September 2020. Menunggu hasil swab test ini guna mengetahui apakah mayat Rozali terpapar virus corona atau tidak untuk menghindari pemaparan Covid-19 terhadap petugas yang melakukan pemeriksaan.

Selain menunggu hasil swab test, kata AKP Guchy, pihaknya juga sedang menunggu pihak keluarga Rozali. “Untuk memastikan apakah benar itu adalah keluarganya,” ujarnya.

Sebelumnya, Rozali ditemukan dalam posisi tergantung seutas kain panjang mirip syal warna hitam di pohon akasia. Di kepala Rozali juga melekat sebuah topi warna hitam. Ia mengenakan kemeja motif kotak-kotak warna biru-putih dan celana panjang warna hitam. Di pundaknya tergantung tas ransel warna biru muda.

Di dalam tasnya ditemukan selembar kartu berobat yang dikeluarkan UPT Puskesmas Lubuk Baja dengan nomor 1107. Di kartu berobat itu tertera nama dan tanggal lahirnya. Selain kartu berobat, dari dalam tasnya juga banyak ditemukan obat-obatan. Diduga kuat, Rozali mengakhiri hidupnya karena tak tahan dengan penyakit yang sedang dideritanya.

Penemuan mayat Rozali pagi tadi sekitar pukul 09.30 wib langsung ditangani Polsek Batam Kota dan Unit Inafis Polresta Barelang. Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Guchy Oktane mengatakan, setelah melakukan olah tempat penemuan mayat, pihaknya langsung mengevakuasi mayat Rozali ke RS Bhayangkara. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here