Polsek Batam Kota Respon Laporan soal Video Dugaan Penganiayaan yang Viral di Medsos

Kanit Reskrim Polsek Batamkota Ipda Yustinus Halawa dan Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Sidabariba menunjukkan Laporan Polisi (LP)

Batamxinwen, Batam – Seorang pria berinisial ZD melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya. Dugaan penganiayaan itu bahkan sempat terekam kamera dan viral di dunia maya (medsos). Video itu berisi kerumunan orang yang nampak berselisih di kopitiam.

Kanit Reskrim Polsek Batamkota Ipda Yustinus Halawa membenarkan kejadian dan video viral tersebut.

Yustinus mengatakan sudah menerima laporan dari korban berinisial ZD yang diduga mengalami penganiayaan pada 9 Juli lalu di salah satu Kopitiam di kawasan Mitra Raya.

“Kita langsung mengambil langkah-langkah responsif. Setelah menerima laporan korban, kita turun ke TKP untuk gelar awal mencari bukti, ujar Yustinus di Mapolsek Batam Kota, Selasa (26/10) sore.

Yustinus menjelaskan usai kejadian, korban melengkapi laporan polisi dengan melakukan visum di RS Elisabeth.

Kemudian, pihaknya turut memeriksa 4 saksi yang berada di lokasi. “Kita turun ke lokasi, keributan itu sudah selesai. Namun, ada beberapa versi keterangan dalam kejadian ini,” katanya.

Yustinus menambahkan dalam pemeriksaan saksi dan korban, ZD dianiaya seorang pria bernisial R. Namun, dari video yang viral, tak ada penganiayaan dalam kejadian tersebut.

“Dalam video itu hanya terjadi dorong-dorongan saja. Nah, selama ini kita tetap melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku,” tegasnya.

Yustinus menjelaskan perselisihan dan penganiayaan tersebut berawal dari permasalahan hutang piutang.

Saat itu, sekelompok orang mendatangi lokasi untuk menagih hutang kepada pemilik kopitiam. Kemudian terjadi perselisihan antara kelompok tersebut bersama karyawan kopitiam.

“Awalnya kelompok orang ini datang baik-baik, bahkan memesan kopi. Namun, diusir oleh karyawan kopitiam sehingga terjadi perselisihan,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Nongsa ini.

Yustinus mengaku hingga saat ini pihaknya belum berhasil mengamankan pelaku berinisial R tersebut. Ia mengaku terkendala pelaku yang kerap berpindah tempat.

“Menangkap pelaku kejahatan itu tak semudah yang dibayangkan. Karena pelaku ini berpindah-pindah,” ujar Yustinus Halawa. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here