Batamxinwem, Batam – Ada dua kemungkinan yang terjadi, ketika seseorang BEGITU membenci sesuatu/seseorang hingga ke ubun-ubun:

PERTAMA, biasanya, mereka TAK CUKUP memperoleh informasi (yang lengkap). Atau informasi yang dia terima bersumber dari sesuatu yang tak terpercaya. Atau bisa jadi, informasinya betul dan terpercaya, tapi dia-nya KURANG AKAL untuk mencerna informasi tersebut dengan baik. Di era google seperti “tuhan” sekarang ini, informasi datang seperti air bah, tapi otak terkadang terlalu LETOI untuk mencerna semuanya. Kondisi ini sangat berbahaya, karena “otak letoi” yang kurang daya, kerap memilih informasi yang DISUKA saja. Yang cuma bisa dicerna saja. Dan kondisi seperti ini rentan membuat seseorang terjerumus pada radikalisme, raja tega, pesimisme, suka cemberut, obesitas, hingga pada stadium paling akut, bisa menyebabkan impotensi/ketidaktertarikan pada seksual, karena lebih MENCINTAI MBAH GOOGLE!

Untuk persoalan PERTAMA ini, jangan selalu menyalahkan informasi! Salahkanlah otak sendiri yang performanya letoi!

KEDUA, dan biasanya ini yang paling sering terjadi. Seseorang BEGITU membenci sesuatu/seseorang karena ia adalah BAGIAN yang dibenci itu. Atau minimal PERNAH menjadi bagian yang dia benci. Pernah menjalin satu hubungan khusus. Mungkin, kemudian, dia dikecewakan, ditolak eksistensinya; atau tidak mendapat perhatian yang cukup dari BAGIAN yang pernah diikutinya. Tidak sesuai dengan harapannya semula. Bukankah seseorang tidak akan bisa membenci cinta, jika tidak pernah jatuh cinta?!

Jadi, sesuaikanlah porsi benci kita! Tidak perlu berlebihan. Bahkan durian semolek apa pun rasanya, bisa membahayakan Anda jika Anda gagal memperhitungkan batas kemampuan tubuh Anda memakan durian itu sendiri. Seperti sambal yang dimasukkan ke mangkuk bakso, rasa nikmat bakso sendiri itu akan hilang jika sambal terlalu banyak dimasukkan! (*)

Penulis: Sultan Yohana, mantan wartawan Posmetro Batam, wong ndeso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here