BatamXinwen, Batam – Pada tahun 2018, utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 4.800 triliun. Jumlah utang yang terus bertambah sejak orde lama ini, dipastikan dapat dilunasi hanya dengan menggarap sejumlah pertambangan yang ada di wlayah Provinsi Kepri.

Hal ini diutarakan Ahars Sulaiman, Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepri yang hadir sebagai pembicara Diskusi Publik Forum Pimred Kepri bertemakan ‘Potret Media atas Keberhasilan Pembangunan Pemerintah di wilayah Perbatasan Kepri’ yang digelar, Selasa (27/3) di Hotel PIH Batam Centre.

“Potensi ladang minyak di Natuna dan Anambas bisa melunasi utang negara. Setidaknya setengahnya saja. Ini berdasarkan kajian,” paparnya.

Pertambangan lainnya yang dapat mendukung pelunasan hutang berpotensi pada pertambangan golongan A ada migas, golongan B ada timah, bauksit dan golongan C ada pasir.

“Dengan sumber alam kita yang begitu makmur, seharusnya 2 juta penduduk kita yang paling makmur. Tidak seperti saat ini secara nasional kita pada garis medium,” paparnya.

Di sektor perikanan, perairan Natuna sejak dulu dicuri oleh nelayan asing. Saat ini, ada 316 kapal Pantura yang arahkan ke Natuan dan Anambas untuk menangkap ikan disana.

“Sudah saya sampaikan kepada gubernur, Kepri juga harus punya kapal tangkap ikan untuk menggarap ditempat sendiri. Saya yakin dapat meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Tempat wisata alam, tambahnya, hampir di seluruh pulau yang ada di Kepri sangat bagus dengan hamparan pasir dan trumbu karang yang dapat menarik langsung wisatawan asing.

Hanya saja, sejak dahulu Provinsi Kepri belum dapat mengelolanya dengan baik, walaupun saat ini dalam tahap perubahan secara perlahan.

“Kita hanya tidak pandai menggarapnya dengan baik. Padahal potensi pariwisata, hampir semua kabupaten dan kota kita memiliki wisata yang bagus-bagus,” ucapnya.

Dengan segala potensi yang telah disiapkan, Pemprov Kepri dapat melakukan promosi besar-besaran di luar negri.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here