Batamxinwen, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membantu menyelamatkan keuangan negara Rp 63,9 triliun. Nilai tersebut merupakan akumulasi selama 5 pimpinan KPK periode 2015-2019 menjabat. Hal ini disampaikan Ketua KPK, Agus Rahardjo saat memberi sambutan dalam acara Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) 2019.

“Karena pencegahan itu penting kami ingin menyampaikan bahwa dari laporan yang kami terima paling tidak potensi kerugian negara bisa dihemat itu sekitar Rp 63,9 triliun,” ujar Agus saat membuka acara Hakordia 2019 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/12).

Agus menyebut angka Rp 63,9 triliun terdiri dari kegiatan monitoring penyelenggaraan pemerintahan negara sebesar Rp 34,7 triliun, koordinasi dan supervisi dalam bentuk penyelamatan aset sekitar Rp 29 triliun, dan penyelamatan keuangan negara dari gratifikasi dalam bentuk dan uang senilai Rp 159 miliar.

Agus berharap penyelamatan keuangan negara itu bisa mengerek rangking Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2019.

“Selama 4 tahun alhamdulillah walaupun kenaikannya pelan tapi Indeks Persepsi Korupsi kita itu trend-nya positif membaik. Terakhir nilainya adalah 38, masih kita tunggu di akhir tahun ini yaitu tahun 2019 nanti segera diumumkan. Kita berharap tren naik tadi kita pertahankan,” ucap Agus.

Dalam sambutannya, Agus turut menyampaikan salam perpisahan mengingat pada 21 Desember purnatugas sebagai Ketua KPK.

“Kami mohon maaf kalau ada sekiranya dalam 4 tahun kami menjalankan tugas di KPK ada hal yang kurang berkenan di hati bapak ibu. Pasti sifatnya sama sekali bukan personal, itu pasti ada tugas yang kemudian mengharuskan kami berbuat seperti itu,” kata Agus.(*)

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here