Mugianto (baju tahanan) diapit dua petugas Kepolisian Sektor Batu Aji, ketika diwawancarai wartawan, foto : Rega/ BX

Batamxinwen, Batam – Mugianto (57), warga Kavling Dapur 12, terpaksa berurusan dengan petugas Kepolisian. Pasalnya ia nekat menikam Siti Rohyatun (35), Pekerja Seks Komersil (PSK) Pokok Jengkol, Batam dengan mengunakan garpu karena diteriaki maling.

Penikaman berawal ketika pelaku mengambil secara paksa Handphone korban yang merupakan selingkuhannya. Hal itu karena nomor kontak dan juga foto pelaku yang berada di ponsel korban dihapus.

“Saya kecewa foto saya dihapus nomor saya dihapus, padahal saya sudah banyak habiskan uang demi dia (Siti Rohyatun red),” kata Mugianto pada pewarta selang ekspose di Mapolsek Batu Aji, Kamis (22/8/2019).

Ia mengatakan, kejadian tersebut pada Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 22.00 WIB, di kampung Sei Binti RT001 RW 009 Kelurahan Tanjunguncang atau yang kerap disebut Pokok Jengkol.

“Saya datang ke kamar korban dan mengambil handphone, karena ketahuan diteriak maling, saya tikam dia pakai garpu wajahnya,” ucapnya.

Melihat sang kekasih jatuh bersimbah darah, Mugianto langsung melarikan diri untuk menghindari dari amukan massa, “Saya langsung lari dan membawa handphone Siti Rohyatun. Handphone ini saya ambil bukan untuk dijual. Saya ambil biar Siti tak bisa lagi komunikasi dengan laki-laki lain,” katanya.

Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini juga menyebutkan, selama menjalin hubungan kekasih dengan wanita penghibur malam tersebut.

“Banyak uang yang dihabiskan nya, ada sekitar 15 juta. Karena itu saya kecewa,” katanya menambahkan.

Kapolsek Batu Aji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, pelaku diamankan pihaknya di pokok jengkol, beberapa jam setelah korban membuat laporan ke Polsek Batu Aji.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan hukuman 7 tahun penjara,” ucapnya. (rega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here