Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Hanny Hidayat. Foto: BX/JP

Batamxinwen, Batam – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Hanny Hidayat mengatakan, dalam penanganan tiga kasus penimbunan masker yang ditangani pihaknya mengedepankan keadilan restoratif atau restorative justice.

“Perkap No 6 tahun 2019 tentang kewenangan Penyidik tentang restorative justice yg kita lakukan di sini,” ujar Kombes Hanny pada Batamxinwen.com, Rabu (8/4).

Menurutnya, penggerebekan di tiga tempat yang diduga sebagai tempat peninmbunan masker beberapa waktu lalu adalah upaya penindakan untuk memberi efek getar kepada pelaku usaha alat kesehatan, agar tidak terjadi permainan harga masker dan kelangkaan masker di masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Penindakan tersebut mempertimbangkan kondusifitas dan kamtibmas untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan masker di wilayah Kepri,” ujarnya.

Dijelaskannya juga, dari tiga perusahaan yang digerebek, belum lengkap secara administrasi perizinan.

“Terkait itu perusahaan kita arahkan untuk perbaiki izinnya ke instansi terkait dan mengarahkan supaya mereka segera menjual masker kepada masyarakat dengan harga wajar,” tutupnya. (Joni Pandiangan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here