PT PLN Batam Bentuk Tim Sus Sosialisasi Penyesuaian Tarif

Pekerjaan perbaiikan PLN untuk menambah keandalan PLN Batam dalam memberikan pelayanan.

Batamxinwen, Batam – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) PT PLN Batam. Penyesuaian tarif ini dilakukan karena  semenjak tahun 2017 belum pernah memberlakukan penyesuaian tarif.

Keputusan Pemerintah melakukan Tariff Adjusment agar pertumbuhan ekonomi di Batam terus meningkat sehingga iklim usaha tetap terjaga. Penyesuaian tarif juga dilakukan guna mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan yaitu penyesuaian dalam rangka mengoreksi yang tidak tepat sasaran.

Penyesuaian tarif ini diberlakukan kepada sebagian golongan pelanggan, meliputi rumah tangga mampu, bisnis dan industri menengah, serta Pemerintah. Keseluruhannya adalah golongan pelanggan nonsubsidi. Hal tersebut karena terjadi perubahan parameter makro ekonomi kurs, inflasi, dan harga energi primer terkini.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Batam, Rabu (10/7/2024), PT PLN Batam, Kepulauan Riau, melalui  Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Zulhamdi, menyatakan bahwa sosialisasi sudah mencakup 11 kecamatan, kecuali Belakangpadang.

Zulhamdi menyebut membentuk tim khusus untuk melakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif listrik di wilayah tersebut. Hingga saat ini, sosialisasi telah dilakukan di 48 kelurahan di Batam.

“Dari masing-masing kelurahan, kita sudah lakukan sosialisasi ke 11 kecamatan yang ada di Batam, kecuali Belakangpadang, dan sudah 48 kelurahan yang disosialisasikan,” kata Zulhamdi, Rabu (9/7/2024).

Penyesuaian tarif listrik ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 346.622 pelanggan, yang mencakup rumah tangga dan bisnis. PLN menegaskan bahwa pemasangan daya untuk pelanggan tidak mampu memerlukan surat keterangan miskin.

Zulhamdi menjelaskan bahwa penyesuaian tarif akan berdampak pada tarif rumah tangga dengan daya listrik di atas 1.300 VA. Sementara itu, untuk daya 450-900 VA tidak akan terkena dampak. Rumah tangga dengan daya 1.300-2.200 VA akan mengalami kenaikan tarif sekitar 6 persen.

“Jika biasanya membayar Rp200 ribu, dengan kenaikan 6 persen, menjadi Rp12 ribu untuk rumah tangga dengan daya 1.300-2.200 VA,” jelasnya.

Untuk daya 4.400 VA ke atas, kenaikan tarif mencapai 9,8 persen. Sektor bisnis juga akan mengalami penyesuaian tarif untuk golongan dengan daya 2.200 VA sampai 200 kVA dengan kenaikan sebesar 6 persen.

“Kami berharap dengan adanya penyesuaian tarif ini, pelayanan energi di Batam terus meningkat. Biaya pokok penyediaan energi terus naik dari tahun ke tahun, terutama sejak 2017 akibat naiknya kurs dollar, inflasi, dan harga energi primer,” tutup Zulhamdi. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here