BatamXinwen, Batam – Sebanyak 45 rumah warga di Perumahan Tiban Koperasi, Sekupang, Batam, mengalami rusak akibat luapan air dari drainase setinggi satu meter yang masuk permukiman mereka pada Rabu(25/7).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BatamXinwen, empat unit mobil terseret derasnya air dan beberapa pohon terpantau tumbang.

Akibatnya, sekitar 37 kepala keluarga yang rumahnya tergenang air bercmpur lumpur tersebut tidak dapat melakukan aktifitas sebagaimana mestinya.

Tri, Lurah Tiban Baru saat dihubungi BatamXinwen membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin turun cukup deras.

“Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, ya kurang lebih 1 meteran. Kondisi hujan cukup lebat tadi. Jadi warga banyak yang berdiam di dalam rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sekupang M Armand saat ditemui dilokasi mengatakan, hal tersebut disebabkan luapan air dari drainase yang tidak memiliki resapan air, akibat ditimbun oleh developer PT Glory Point, selaku pengembang perumahan di kawasan tersebut.

Akibatnya air dari bukit sekitar tidak dapat ditampung dan meluap hingga ke permukiman warga.

“Kerugian ditaksir bisa mencapai miliaran rupiah, mengingat banyak rumah yang rusak serta harta benda yang tidak bisa diselamatkan oleh warga yang terkena terjangan air bercampur,” katanya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya bersama Perangkat warga sudah pernah meminta perusahaan pengembang tersebut untuk segera melakukan perbaikan konstruksi disekitar.

Selain itu, pihaknya bersama Tagana Dinsos Batam telah membangun tenda dan menyediakan dapur umum di fasum perumahan guna menampung warga yang tertimpa musibah.

“Sementara bagi warga yang rumahnya tergenang air dan lumpur bisa mempergunakan dapur dan toilet umum, namun warga masih memilih untuk menumpang di tetangga,” jelasnya. (pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here