Sidang putusan dibacakan hakim ketua Eduart Sihaloho pada Senin (11/3). Dalam putusan, mantan Kepala SMP 10 Batam divonis hukuman 1 tahun 2 bulan penjara/BX/Foto: Brm

Batamxinwen, Tanjungpinang – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang memvonis bersalah mantan Kepala SMP 10 Batam, Rahib karena terbukti melakukan pungutan liar kepada peserta didik baru tahun 2018.

Sidang putusan dibacakan hakim ketua Eduart Sihaloho pada Senin (11/3). Dalam putusan, mantan Kepala SMP 10 Batam divonis hukuman 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Selain Rahib, hakim juga memvonis bersalah empat terdakwa lain, masing-masing mantan Kepsek SMP 10 Batam, Antonius Yudi Novianto, Staff admin sekolah, Ratu Rora, Mismarita selaku guru honorer dan Ketua komite sekolah, Baharuddin. Mereka divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Hakim berpendapat kelima terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pungutan liar kepada puluhan peserta didik baru di SMP 10 Batam, sebagaimana dakwaan pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya jaksa menunut para terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara.

Pungutan liar di SMP 10 Batam terungkap setelah petugas Satreskrim Polresta Barelang menangkap tangan guru honorer dan staff admin sekolah, Mismarita dan Ratu Rora pada Juli 2018 lalu. Pengungkapan itu kemudian berkembang dan berhasil menangkap Kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan ketua komiter sekolah, total barang bukti uang yang berhasil diamankan senilai Rp 274 juta.(Brm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here