Rekatkan Tali Persaudaraan di Gedung Baru PKTM Batam

Gedung baru PKTM Batam. Foto: BX/Istimewa

Batamxinwen, Batam – Sejak dicanangkan sebagai zona perdagangan bebas di Republik ini sekitar empat dekade lalu, Pulau Batam yang dulunya hanya berupa kampung-kampung nelayan telah berubah menjadi magnet bagi para perantau dari berbagai pelosok Nusantara untuk mengadu nasib.

Salah satu komunitas yang telah lama meramaikan denyut nadi kota tersebut adalah masyarakat Tionghua Kepulauan Meranti, yang jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu jiwa.

Untuk menjaga tali persaudaraan sekampung dan meningkatkan kontribusi komunitas tersebut terhadap perkembangan dan pembangunan Kota Batam, sejak 2014 telah dibentuk Perkumpulan Keluarga Tionghua Meranti (PKTM) Kota Batam sebagai wadah pemersatu perantau asal Selatpanjang dan sekitarnya.

Kasman (kiri ke-2) dan beberapa pengurus foto bersama di Gedung Baru PKTM Batam. Foto: BX/Istimewa

Menurut Ketua PKTM Batam Bapak Kasman, tahun 2019 akan menjadi tonggak sejarah baru bagi seluruh warga Kepulauan Meranti di Batam, karena Gedung PKTM yang pembangunannya dimulai sejak 2 April lalu hampir rampung, dan direncanakan akan digunakan untuk perayaan Festival Tiongchiu dan Peringatan HUT Ke-4 PKTM Batam pada 13 dan 18 September 2019.

“Perayaan Tiongchiu tahun ini menjadi sangat istimewa, karena Gedung PKTM akan segera rampung. Fisik bangunan sudah mencapai 90%, sehingga bisa digunakan untuk perayaan tersebut. Berselang beberapa hari kemudian, PKTM Batam juga akan merayakan HUT Ke-4 di gedung baru ini,” kata Kasman saat diwawancara oleh Batamxinwen.com, Senin (9/9).

Menurutnya, kehadiran gedung perkumpulan yang baru bisa lebih mengairahkan komunitas tersebut untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas.

Selain itu, gedung tersebut juga akan dimaanfaatkan sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, sosial dan olahraga bagi anggota komunitas tersebut pada khususnya dan masyarakat Batam pada umumnya, sehingga bisa turut berkontribusi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaingan dengan bangsa lain.

Kasman menambahkan, “Seluruh warga sekampung, warga Meranti harus mengetahui dan menyadari pentingnya fungsi gedung ini, karena sudah menjadi milik bersama, tidak perlu lagi sewa. Kita bisa lebih leluasa melaksanakan rencana kegiatan perkumpulan kita. Seluruh saudara sekampung harus bersatu dan solid.”

Untuk perayaan Festival Tiongchiu tahun ini, panitia telah menyiapkan kegiatan budaya untuk anggota PKTM, termasuk demo dan belajar membuat kue bulan, ramah tamah dan kembang api.

“Selain Tiongchiu, bulan ini juga ada satu peristiwa penting bagi PKTM, yaitu peringatan hari ulang tahun yang keempat,” ujar Kasman seraya menyampaikan himbauan, agar seluruh warga Meranti yang ada di Batam dan sekitarnya untuk meramaikan peringatan HUT tersebut.

Adapun peringatan HUT Keempat PKTM Batam akan dilaksanakan pada Rabu malam (18/9) mendatang. Sejumlah tamu termasuk pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat akan menghadiri peringatan tersebut di Gedung Baru PKTM yang terletak di Jalan Majapahit, Batu Ampar, Kota Batam. (CF)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here