Kapolresta Barelang Kombes Prasetyo Rahmat Purboyo saat ungkap kasus jaringan pengangktivasi kartu GSM menggunakan NIK milik orang lain di Mapolresta Barelang, Rabu (8/1). Foto: BX/jkf

Batamxinwen, Batam – Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota meringkus jaringan pengaktivasi kartu GSM berbagai provider di tiga tempat berbeda di wilayah hukum Polsek Batam Kota.

Ribuan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Batam ini digunakan tanpa sepengetahuan pemilik NIK untuk mengaktivasi kartu GSM. Salah satu provider seluler yang kartunya paling banyak diaktifkan adalah Telkomsel

“Data NIK ini didapat para pelaku dari aplikasi yang bisa diunggah dari play store. Data – data tersebut merupakan, NIK warga Batam,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Prasetyo Rahmat Purboyo didampingi Kapolsek Batam Kota, AKP Guchy Restia Oktane saat ekspose ungkap kasus di Mapolresta Barelang, Rabu (8/1).

Anggota jaringan ini adalah Jo, Ja, Ji, Ab, Ad. Jo berperan sebagai penyuplai kartu GSM yang belum diaktivasi. Jo dan Ja berperan sebagai penyedia alat pengaktivasi massal atau modem aktivator serta menyediakan tempat. Sedangkan Ab dan Ad bertugas mengativasi kartu GSM.

Dalam sehari, para pelaku mampu mengaktivasi hingga 2500 kartu perdana. Kartu-kartu perdana yang telah diaktivasi kemudian dipasarkan ke kota – kota besar di luar Batam seperti Jambi dan Palembang. Sebagian kecil dipasarkan di Batam.

Ja dan Ji mengaku, dari setiap kartu yang diaktivasi, keduanya mendapat keuntungan sebesar Rp 300. Sedangkan keuntungan yang didapat Jo setelah kartu dijual dipasarkan sebesar Rp 1500 – Rp 2500.

Jaringan ini terbongkar setelah anggota buru sergap Polsek Batam Kota menyelidiki peredaran kartu-kartu perdana GSM, yang dibeli tanpa harus memberikan data pribadi. Kartu-kartu perdana GSM yang dijual diaktivasi oleh pemilil counter.

Penyelidikan terhadap counter-counter itu mengarahkan polisi kepada identitas pemasok hingga tempat mengaktivasinya.

Tempat pertama yang digerebek polisi adalah sebuah ruko berlantai dua sebuah komplek ruko tak jauh dari Kawasan Industrial Walakaka, Batamkota.

Dari tempat itu polisi mengamankan Jo dan dua anak buahnya serta dua set komputer beserta dua modem aktivator. Ribuan kartu perdana Telkomsel dan provider GSM lainnya juga diamankan.

Polisi kemudian mengembangkan informasi tersebut dan berhasil mengamankan Ja serta modem aktivator di counternya yang terletak di bilangan Legenda Hang Tuah, Batamkota. (jkf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here