Pekerja sedang melakukan penambalan terhaap rongga di terowongan Pelita, Sei Panas Batam yang rusak. Foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Terowongan Pelita ditutup sebagian sejak Kamis (5/9) lalu. Penutupan ini dilakukan menyusul adanya proses perbaikan pada bagian dinding underpass yang retak, dan direncanakan akan selesai dalam kurun waktu 90 hari.

Perbaikan terowongan yang baru dibangun sejak 2007 itu, oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam menggunakan dana yang diambil dari dana bantuan APBN sebanyak 6,4 miliar. Dan dikerjakan kontraktor asal Bandung, PT Hajar Aswad Kontruksindo.

Dadang, kontraktor penanggung jawab proyek menjelaskan, perbaikan dilakukan dengan metode injeksi beton. Prosesnya yaitu dinding ditambal menggunakan cairan perekat yang dimasukkan ke dalam rongga yang retak.

Penambalan sendiri dilakukan bertujuan untuk menjaga daya tahan underpass, agar tetap dalam kondisi bagus sehingga bisa bertahan sesuai dengan usia pakainya.

“Untuk perbaikan pada bagian dinding yang retak, kami lakukan dengan pemasangan injektor dengan cairan perekat,” kata Dadang saat dikonfirmasi, Rabu (18/9) malam.

Untuk pengerjaannya sendiri diakuinya cukup rumit karena retakan rembesan yang dia jumpai pada dinding terowongan terbilang sangat banyak.

“Kami datangkan 10 pekerja terlatih dari luar Batam, dan juga ada 10 pekerja lokal,” jelas Dadang.

Selanjutnya dia jelaskan juga bahwa perbaikan infrastruktur ini akan diakhiri dengan pengecatan ulang dengan warna awal yakni abu-abu.

Terpisah, salah seorang pekerja ahli asal Bandung yang dijumpai di lokasi mengatakan, pekerjaan ini sebenarnya tidak terlalu rumit. Hanya saja menurutnya, pekerja Batam yang masih awam dengan metode penambalan ini.

“Penambalan ini kalau di daerah Jawa sudah biasa. Pekerja bangunan biasa pun juga bisa. Tidak terlalu rumitlah,” ujarnya mengatakan kalau tidak ada lisensi khusus untuk pekerjaan ini. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here