corona di Batam
Perkembangan terbaru Corona di Batam, Sabtu (11/7/2020)

Batamxinwen, Batam – Jumlah kasus corona atau Covid-19 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali meningkat.

Kali ini, sejumlah pelajar dan anggota Polri yang ada di Batam terpapar corona.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam yang juga Wali Kota Batam Muhammad Rudi melalui keterangan tertulisnya mengatakan, kasus corona di Batam mengalami peningkatan yang cukup drastis dengan tambahan 18 kasus, Sabtu (1/8/2020) kemarin.

Tambahan 18 kasus ini merupakan hasil penelusuran dari klaster baru yang didapat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam.

“Ada 18 tambahan kasus baru dan dari klaster baru juga, dengan tambahan baru ini total pasien corona di Batam menjadi 332 kasus,” kata Rudi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2020).

Dari tambahan baru ini di antaranya empat orang perempuan dan 14 orang laki-laki.

Selain itu juga ada tambahan 6 Tenaga Kerja Indonesia

Rudi mengatakan, penambahan kasus baru ini juga berdasarkan dari penelusuruan kontak dari kasus yang terkonfirmasi sebelumnya, yang juga merupakan temuan klaster baru di kepolisian.

Kasus pertama yakni, kasus 315 Batam yang berinisial RA (21), seorang pelajar dan merupakan warga Teluk Lengung, Nongsa.

Kemudian, kasus 316 Batam, inisial RL (21), mahasiswa dan warga luar Kota Batam. Kasus 317 inisial AKP (19), pelajar dan warga Perumahan Beverly Garden, Batam Centre.

Selanjutnya, kasus 318 Batam, inisial DGH (18), pelajar dan merupakan warga Perumahan Taman Cipta Asri, Sagulung. Kasus 319 Batam, inisial BFA (17), pelajar dan merupakan warga Perumahan Taman Asri, Sekupang.

Kasus 320 Batam, inisial RD (19), pelajar dan merupakan warga Seipancur, Seibeduk.

Kasus 321 Batam, inisial FFP (18), pelajar dan merupakan warga Perumahan Graha Nusa Permai, Batam Centre.

Kasus 322 Batam, inisial DRP (18), pelajar dan merupakan warga Kompleks TNI AL Tanjunguban, Kabupaten Bintan.

Kasus 323 Batam, inisial AS (21), mahasiswa dan merupakan warga Kaveling Senjulung, Nongsa.

Kasus 324 Batam, inisial AH (21), mahasiswa dan merupakan warga Bengkong Wahyu. Kasus 325 Batam, inisial LM (21), mahasiswa dan merupakan warga Kaveling Nusa Jaya.

Kasus 326 Batam, inisial S (44) karyawan swasta dan merupakan warga Perumahan Legenda Malaka, Batam Centre.

“Namun kasus 326 Batam ini akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan peraatan intensif di salah satu rumah sakit yang ada di Batam,” terang Rudi.

Kemudian, kasus 327 Batam, inisial AAG (33), anggota Polri dan merupakan warga Perumahan Buana Vista Indah.

Kasus 328 Batam, inisial Y (26), PHL Polresta Barelang dan merupakan warga Kaveling Bukit Seroja, Sagulung.

Selanjutnya kasus 329 Batam, inisial NS (24), PHL Polresta Barelang dan merupakan warga Blok IV, Baloi.

Kasus 330 Batam, inisial DDA (24), PHL Polresta Barelang dan merupakan warga asrama Polisi Baloi.

Kasus 331 Batam, inisial MDC (23), PHL Polresta Barelang dan merupakan warga Perumahan Marchelia, Batam Centre.

“Terakhir kasus 332 Batam, inisial AP (32) yang juga anggota Polri dan merupakan warga Kaveling Tering Mas, Batuampar,” papar Rudi.

Untuk 18 pasien baru ini saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan tidak ada satupun mengalami gangguan yang berarti.

Mereka telah mendapatkan perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan yang ada di Batam.

Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here