Sekertaris Komisis I DPRD Tanjungpinang, Reni. Foto: ist

Batamxinwen, Tanjungpinang – Sekretaris Komisi I DPRD Tanjungpinang, Reni, minta Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memberikan insentif khusus kepada Ketua RT dan RW di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda.

Reni menilai, pemberian insentif khusus itu merupakan hal yang wajar sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kepedulian Ketua RT dan RW dalam membantu pemerintah menyalurkan bantuan program sosial yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

”Saya rasa wajar secara pribadi saya meminta pemerintah daerah memberikan insentif kepada Ketua RT dan RW. Selama pandemi Covid-19 mereka merupakan garda terdepan dalam mendata hingga menyalurkan berbagai bantuan,” ujarnya, Minggu (27/9).

Menurutnya, anggaran bantuan berupa insentif itu bisa dimasukkan di APBD Perubahan 2020 dan dihatapkan bisa disalurkan sebelum akhir tahun ini.

”APBD Perubahan Kota Tanjungpinang masih tahap pembahasan. Saya berharap salah satu nomenklaturnya memberikan insentif kepada Ketua RT dan RW. Disejalankan dengan penyaluran BLT tahap ke dua nantinya,” ucapnya.

Lanjut Reni, bantuan itu tentu wajar sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Ketua RT dan RW karena telah membantu pemerintah menyukseskan berbagai program yang dijalankan.

”Ketua RT dan RW berjasa di masa pandemi ini. Saya berharap insetif itu bisa dianggarkan di APBD perubahan,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, terkait hal ini sudah disampaikan secara langsung kepada Sekda Tanjungpinang, Teguh beberapa waktu lalu.

“Saya sampaikan sebelum pembahasan APBD Perubahan. Saya rasa anggaran memungkinkan mengingat jumlah Ketua RT dan RW se Tanjungpinang sekitar 800 an orang,” ucapnya.

Terkait besaran insetif, ia menuturkan bisa sama seperti BLT atau pertimbangan lain berdasarkan kemampuan anggaran.

Menurutnya, usulan ini masih sangat wajar mengingat peranan Ketua RT dan RW membantu menyalurkan bantuan dan mendata serta mensuksekan pencegahan penyebaran Korona di tengah warga.

Ia menilai, peran Ketua RT dan RW juga terus menyelesaikan pekerjaan sesuai visi dan misi kepala daerah.

Selain itu, Reni juga mengingatkan Pemko Tanjungpinang bisa melaksanakan beberapa hal di APBD Perubahan ini.

Diantaranya penyediaan faislitas umum seperti penerangan jalan dan juga pembangunan dan perbaikan jalan yang rusak.

Reni melihat beberapa kawasan masih gelas dan ada yang jalannya rusak. Diantaranya di kawasan Rawasari, sebagian Jalan Tambak dan lainnya.

”Saya terima keluhan, serta mendukung pemerintah menyelesaikan sesuai kemampuan anggaran dan juga mendorong agar fokus,” tuturnya.

Ia mencontohkan dua tahun ini Pemko bisa fokus menyelesaikan penerangan jalan dan perbaikan infrastruktur jalan. Setelah itu, tahun berikutnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan dan juga kesehatan.

”Jika pembangunannya fokus dan terencana berbagai persoalan masyarakat bisa diselesaikan,” ucapnya. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here