BatamXinwen, Batam – Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhi hukuman 7 tahun penjara kepada Muhammad Khalil atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 168 gram, Senin (2/7).

“Menjatuhi hukuman terhadap terdakwa dengan kurungan penjara tujuh tahun, dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, terdakwa tidak memiliki atau mempunyai ijin dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan maupun pihak yang di tunjuk oleh menteri menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram jenis sabu atau methaphetamine dan terdaftar dalam golongan I (satu). 

Majelis hakim menyatakan, bahwa terdakwa bersalah dan terbukti secara sah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

“Apakah terdakwa menerima, pikir-pikir atau mau banding,” kata Taufik.

Setelah mendengar vonis majelis hakim tersebut, terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukum tersebut menerima sepenuhnya keputusan majelis hakim kali itu.

“Saya terima yang mulia,” kata terdakwa Khalil.

Sebelumnya, Muhammad Khalil ditangkap petugas Bea dan Cukai Batam, Ahad (19/11/2017) di Pelabuhan Internasional Batam Center.

Terdakwa yang baru tiba dari Malaysia itu, terlihat mencurigakan saat hendak melewati mesin pemindai x-ray.

Saat diperiksa, petugas tidak menemukan barang yang dicurigai dari tangan tersangka. Akhirnya terdakwa dibawa oleh petugas Bea dan Cukai Batam ke RS Awal Bros untuk diperiksa lebih seksama.

Saat di rontgen, akhirnya ditemukan dua bungkus kapsul yang diisolasi warna kuning yang dilapisi kondom warna bening berisikan narkotika jenis sabu seberat 168 gram. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here