Presiden Joko Widodo/BX/Foto: SuratKabar.id

Batamxinwen, Jakarta – Kader PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengecam keras dugaan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi yang muncul pada satu video di media sosial.

Hal itu disampaikan Budiman dalam akun resmi Twitternya pada Sabtu (11/5/2019). Dia menuturkan orang yang mengumbar ancaman pembunuhan wajib ditindak secara hukum.

Cuitan Budiman mendapatkan 138 retweet dan 62 komentar.

Wajahnya sdh dikenali..orang yg mengumbar ancaman pembunuhan dgn bersumpah “Demi Allah akan memenggal presiden” di depan umum wajib ditindak. Jgn sampai ini dibiarkan & akhirnya terjadi konflik terbuka,” demikian Budiman.

Wajahnya sdh dikenali..orang yg mengumbar ancaman pembunuhan dgn bersumpah “Demi Allah akan memenggal presiden” di depan umum wajib ditindak. Jgn sampai ini dibiarkan & akhirnya terjadi konflik terbuka https://t.co/Jav3fG0rkD

— Budiman Sudjatmiko (IG: budimaninovator) (@budimandjatmiko) 11 Mei 2019.

Dalam video tersebut, tampak seorang pemuda berbaju coklat dan berpeci menyatakan dirinya siap melakukan aksi kekerasan terhadap Presiden Jokowi.

“Jokowi siap lehernya kita penggal,” demikian ucap pemuda tersebut.

Miris guys, karena tak suka Dengan Presiden RI, pria dari Poso ini katanya siap mau penggal kepala Jokowi. Masya Alloh, bukti politik itu menyesatkan akal manusia. Mohon bapak polisi ini pria ini bisa diberi pelajaran biar tidak seperti ini lagi? @divisihumaspolri @ditreskrimumpmj @ditreskrimsuspoldametrojaya @polrimabes @polisi_indonesia @humas.pmj @gatot_eddyp @jokowi @dukung_jokowi2periode @jokowi.presidenku01 #jokowi #kepala #nya #mau #dipenggal #help #polisiganteng #polisi #tindak #beriefekjera

Sedangkan di sekeliling pemuda tersebut, tampak perempuan dan pria lainnya mengacungkan jari telunjuk dan jempol sebagai dukungan mereka terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

CNNIndonesia.com masih berusaha menghubungi pihak kepolisian terkait dengan hal tersebut.

Sebelumnya, pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul sementara sebesar 56,3 persen suara dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan terakhir itu hanya memperoleh suara sebesar 43,7 persen di situs Sistem Hitung (Situng) KPU.

Total suara yang diperoleh masing-masing adalah 66.301.570 suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 51.457.975 suara.

Angka ini diperoleh dari total 76,81 persen suara dari total 813.350 TPS yang telah masuk ke dalam laman resmi KPU ini baik dari luar maupun dalam negeri per tanggal 11 Mei 2019. (*)

Sumber: CNNIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here