Petugas BPOM Provinsi Kepulauan Riau melakukan penggeledahan di Ruko Mitra 2. Foto: istimewa

Batamxinwen, Batam – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mencegah peredaran kosmetik yang dicampur bahan obat dan tidak punya izin produksi atau izin edar (ilegal).

Sebab, mata rantai peredarannya kini kian hari makin meresahkan saja. Buktinya, terhitung dari awal Januari hingga Desember 2019 ini sudah ada tiga gudang besar kosmetik online ilegal yang terungkap di Kota Batam.

“Kalau pada tahun 2019 ini ada 3 gudang kosmetik online ilegal yang kami tangani dan masih berproses penyidikannya,” ujar Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan, Sabtu (14/12).

Dikatakan Yosef, kalau ditotal secara keseluruhan pada 2019 ini, sudah berhasil menyita sekitar 1 juta pcs produk kosmetik ilegal berbagai merk dengan nilai ekonomi sekitar Rp 15 miliar. Temuan itu pun belum termasuk sitaan instansi lainnya.

“Semua produk tersebut, nantinya akan dimusnahkan apabila kasusnya sudah inckrath (telah diputus oleh pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap),” jelas Yosef.

Untuk itu dia berharap sangat penting dibutuhkan sinergitas yang kuat antar institusi pemerintah untuk memutus mata rantai supply and demand, Salah satunya juga melalui edukasi pada masyarakat.

Seperti yang diketahui, kosmetik saat ini sudah menjadi barang konsumtif bagi perempuan namun tidak banyak yang tahu kosmetik yang beredar sekarang tidak baik digunakan atau mengandung zat berbahaya.

“Harapannya masyarakat kedepan hanya membeli produk yang telah memiliki izin edar untuk jaminan mutu, keamanan, khasiat, dan kemanfaatannya,” imbuhnya.

Ya sebenarnya cara untuk mengetahui suatuĀ kosmetik ilegalĀ atau bukan cukup mudah. Masyarakat hanya perlu membuka situs BPOM di cek BPOM dan juga BPOM Mobile. Di situs tersebut, BPOM memberikan petunjuk terkait ilegal atau tidak suatu kosmetik. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here