Jayadi memperlihatkan doa tulisan yang berada di belakang mini truck miliknya, foto : Bintang/BX

Batamxinwen, Batam – Rapat pleno KPU Batam pada Sabtu (12/5/2019) yang dijadwalkan mulai pada pukul 10.00 WIB, lagi-lagi molor hingga pukul 13.30 WIB. Itu artinya tamu yang hadir harus menunggu kurang lebih tiga jam lamanya.

Sembari menunggu, wartawan media ini, memutar arah kendaraannya dari Gedung KPU menuju Bukit Harimau, bukit yang dulunya dikenal sebagai tempat pembuangan mayat, namun kini telah menjelma menjadi tempat wisata. Indah. Membuang gambaran seram yang dulu pernah ada.

Sebelum tiba dilokasi, tepat pada tikungan kedua, setelah pintu masuk. Sebuah Mini Truk dengan nomor polisi BP 8691 ZE, melambatkan laju kendaraannya dan menepi ke bahu kiri jalan. Truk itu berhenti tepat di depan gudang pengepul plastik.

Wartawan Batamxinwen.com yang menemukan hal menarik pada bagian belakang Mini Truk itu, ikut menepi dan mencari tahu apa gerangan yang membuat sang pengemudi melakukan perubahan pada bagian belakang mobilnya.

Disana ia goreskan sebuah kekhawatiran akan keselematan Ibu-Ibu sedunia, ditulis dengan warna serupa pelangi namun tidak berurutan. Suatu hal yang tulus namun juga dapat mengundang tawa.

“Ya allah. Jauhkanlah aku dari ibu-ibu yang bawa motor yang lampu sennya ke kiri, tapi beloknya ke kanan,” tulis, Jayadi (40), supir truk yang menafkahi tiga orang anak dan satu orang istri.

Belakangan, fenomena Ibu-Ibu berkendara, memang dianggap sebagai sosok menakutkan di jalanan. Namun uniknya, oleh, Jayadi, Hal itu coba diakali dengan menulis sepenggal doa keselamatan kepada Tuhan.

“Ini sebuah doa agar ibu-ibu pengendara tidak celaka oleh mobil saya dan sebaliknya, “ujar Jayadi dengan simpul senyum yang tegas.

Dikatakan oleh Jayadi, Ibu-Ibu memang kerap kali membuat jantung berolahraga. Bagaimana tidak. Ia sering kali kedapatan menggunakan sen kiri untuk belok ke kanan. Lalu ketika diingatkan, malah balik mengamuk dengan memasang wajah seram.

“Kalau tertabrak kan gawat mas. Pertanggungjawabannya itu loh. Baik secara biaya maupun moril. Kalau bisa ya dijauhkanlah, agar sama-sama selamat,” jelas Jayadi

Jayadi, sehari-sehari bekerja sebagai Supir Truk, dengan berpenghasilan yang tidak menentu itu, ia memiliki kekhawatiran terhadap cara berkendara Ibu-Ibu. Ia takut bila terjadi kecelakaan. Selain tidak mampu untuk ganti rugi, dirinya juga takut akan darah.

Lebih jauh dirinya berharap, agar emak-emak pengendara dapat tobat menggunakan lampu sen sembarangan. Karena perbuatannya itu dapat mengirim pengendara lain, masuk ke dalam Rumah Sakit.

Untungnya goresan tangan berwarna serupa pelangi yang dituliskan oleh, Jayadi untuk saat ini terkabul. Ia mengaku tidak pernah membuat satupun Ibu-Ibu di dunia menjadi celaka oleh Mini Truknya.

“Sejauh ini belum. Jangan sampailah. Semoga tuhan bersama emak-emak pengendara,” ujarnya. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here