Komunitas Muda-mudi Batam Peduli membagikan sembako. Foto: JP

Batamxinwen, Batam – Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Komunitas Muda-mudi Batam Peduli, Fimornit Sihombing menyebutkan bahwa menolong sesama yang mengalami himpitan ekonomi merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama manusia.

“Masih banyak sesama manusia yang merupakan masyarakat kota Batam yang membutuhkan uluran tangan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Fimornit Sihombing.

Fimornit Sihombing menyatakan bertolak dari tingkat keprihatinan terhadap situasi tersebut membuat dirinya bersama 60 orang anggotanya menyumbangkan sebagian penghasilannya kepada masyarakat yang berada di garis kemiskinan.

“Percayalah, semakin banyak kita menolong sesama maka rejeki semakin bertambah,” ujar Firmonit Sihombing.

Firmonit Sihombing memaparkan Komunitas Muda-mudi Batam Peduli masih terbentuk sekitar 6 bulan yang lalu.

“Dengan terbentuknya komunitas tersebut sudah ada 4 kali pembagian sembako di kota Batam. Komunikasi ini akan tetap konsisten membagikan sembako setiap dua bulan. Sudah ada 4 kali pembagian sembako mulai bulan April hingga Juni 2020,” terang Firmonit.

Dalam kesempatan yang sama ketua panitia pembagian sembako komunitas muda-mudi Batam peduli, Yusuf Simamora mengatakan bahwa pembagian sembako kali ini difokuskan kepada masyarakat yang hidup di jalanan yang terdiri dari pedagang memiliki penghasilan yang minim seperti pedagang koran, pedagang es kelapa dan sebagainya.

Selain itu juga akan membagikan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dari timbulnya Covid-19 atau virus Corona.

“Untuk titik fokus pembagian ada 6 kecamatan, diantaranya: Batam Kota, Batuaji, Sagulung, Sekupang, Sungai Beduk, Bengkong,” kata Yusuf Simamora saat ditemui di Putri Tujuh, Batuaji Kota Batam, Minggu, 18 Oktober 2020.

Menurut Yusuf Simamora nantinya setiap kecamatan akan dibagikan 10 paket sembako. Setiap paket sembako berisikan beras 5 kg, minyak 1 kg, gula 1 kg, Indomie 5 bungkus dan masker.

Yusuf Simamora menerangkan bahwa komunitas telah melakukan survei untuk mengetahui bahwa 60 orang sudah pantas mendapatkan sembako.

“Komunitas muda-mudi Batam peduli tidak akan pernah memberikan sembako kepada masyarakat yang benar-benar mampu. Kalau bantuan sembako tersebut harus tepat sasaran,” terang Yusuf Simamora.

Yusuf Simamora menambahkan bahwa sembako yang dibagikan berasal dari dana swadaya anggota komunitas muda-mudi Batam peduli secara individu. Tidak ada bantuan dari para politisi maupun pemerintah baik tingkat kota, Provinsi dan Pemerintah pusat.

Menurut penasehat komunitas muda-mudi Batam peduli, Liston Sitorus memuji keberanian para anak muda yang tergabung dalam komunitas tersebut. “Ternyata anak muda dan kaum milenial memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi,” ujar Liston Sitorus.

Liston juga menyebutkan semoga nantinya semakin banyak anak-anak muda yang peduli terhadap kehidupan sesamanya manusia utamanya Kota Batam.

“Kalau ada anak muda yang punya jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama dapat bergabung dengan komunitas muda-mudi Batam peduli dengan menghubungi nomor 0812-7773-2633. Langsung ke nomor Ketua BPH Komunitas Muda-mudi Batam Peduli Firmonit Sihombing,” tutup Liston Sitorus.

Menurut salah satu warga penerima sembako, Mayones menyebutkan dirinya merasa bersyukur mendapatkan sembako dari komunitas muda-mudi Batam peduli.

“Sekarang sulit kali untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dengan bantuan sembako ini terasa sangat terbantu,” ujar Mayones.

Mayones menyebutkan bahwa dirinya bekerja sebagai pedagang es kelapa dan anak ada dua orang.

“Setiap harinya hanya bisa menjual 10 hingga 20 buah kelapa saja. Setiap buah hanya mendapatkan keuntungan 5 ribu rupiah saja, jelas itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga yang memiliki anak 2 orang yang bersekolah,” tutup Mayones. (JP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here