Kapal Motor Penumpang (KMP) Lome yang mengangkut dua kendaraan Tim JNSP tiba di Pelabuhan ASDP Mengkapan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (14/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Foto: BX/ist

Batamxinwen, Riau – Setelah mengarungi laut selam 19 jam dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) Lome, Tim JNSP akhirnya menginjakan kaki di pelabuhan ASDP Mengkapan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Sabtu (14/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, TIM JNSP bertolak dari Kepulauam Riau melalui Pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Batam pada Jumat (13/9) siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Ketua tim JNSP, Agus Bagjana oada Batamxinwen.com menuturkan, pihaknya sudah menyusun beberapa agenda saat menjelajahi Riau. Termasuk salah satunya adalah ingin melihat bagaimana upaya berbagai pihak di Riau dalam menanggulangi asap kebakaran yang mulai menyelimuti provinsi tersebut.

Selain itu, tim JNSP juga telah menyusun rencana untuk menyambangi sejumlah lokasi di Riau, diantaranya Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar, Taman Budaya di Pekanbaru, dan beberapa spot menarik lain di Riau.

“Pertama kita akan langsung ke Polda Riau dulu, kita akan koordinasi dengan Polda untuk menyampaikan rencana kita selama di Riau nanti,” kata Agus.

Tim JNSP, kata Agus lagi, akan berada di Riau selama sekitar 7 hingga 10 hari, durasi mereka berada di satu provinsi menyesuaikan dengan penyelesaian program-program yang telah disusun.

“Kalau bisa lebih cepat kita selesaikan, kita langsung bergeser ke provinsi selanjutnya, semoga berjalan lancar,” kata Agus lagi.

Nia Novianti, satu-satunya wanita yang tergabung dalam tim JNSP ini, menuturkan cukup menikmati beberapa jam perjalanan dengan KMP Lome ini. Dia juga mengaku senang dengan dorongan yang diberikan oleh penumpang lain di kapal ini yang mengetahui niat tim JNSP untuk menyambangi 34 provinsi di daerah.

Dorongan tersebut dianggapnya sebagai amunisi untuk menjalani perjalanan panjang yang akan di lalui selama sekitar delapan bulan ke depan. Meskipun dirinya menjadi satu-satunya wanita dalam tim ini, Nia mengaku tidak khawatir.

“Kita punya misi yang sama, insyaallah kita saling menjaga,” tutur wanita asal Kabupaten Karimun, Kepri ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here