Setoran Rp7 Juta ke Tekong, Enam TKI Ilegal Gagal Berlayar ke Malaysia

Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa ada 6 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui pantai Pelawan Kec. Meral Barat Kab. Karimun.
Batamxinwen, Karimun – Aksi pengiriman TKI ilegal di Kepri masih marak terjadi. Pengiriman yang dilakukan pasca lebaran ini berhasil digagalkan petugas. Ada enam orang calon pekerja migran yang hendak diselundupkan melalui jalur laut.

Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H dalam konferensi pers mengungkapkan bahwa ada 6 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui pantai Pelawan Kec. Meral Barat Kab. Karimun.

“Para pekerja migran ilegal ini rencanaya diberangkatkan ke Malaysia melalui pantai Pelawan Kecamatan Meral Barat Kabupaten  Karimun pada hari Kamis tanggal 18 April 2024 sekira pukul 01.00 wib, namun petugas kami berhasil menggagalkannya,” kata Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H., Senin (22/04/2024).

Secara detail , Kapolres menjelakan  bahwa  penggagalan pengiriman PMI ilegal menuju Malaysia, bermula dari adanya informasi yang didapat oleh personel Satpolairud Polres Karimun dari masyarakat mengenai rencana akan adanya pengiriman PMI secara illegal dengan cara non prosedural menggunakan speedboat pancung fiber melalui pantai Pelawan .

Polres Karimun melalui Kasatpolairud Polres Karimun AKP Parlin., S.H akhirnya menetapkan 1 orang tersangka berinisial I (48 tahun) serta mengamankan 6 orang laki-laki calon TKI illegal ke Malaysia, di mana tersangka berinisial I meminta uang untuk perjalanan/ongkos sebesar Rp.4.000.000 (empat juta rupiah) per orangnya.

AKP Parlin menyebutkan pihaknya sudah mengamankan tekong dan calon pekerja migran di bibir pantai pelawan.

Setelah dilakukan introgasi singkat didapati bahwasanya calon PMI yang akan berangkat ke Malaysia berasal dari Provinsi Nusa Tengara Barat. Mereka calon pekerja migran telah menyetor atau memberikan uang kepada sdr. W (DPO)yang berperan sebagai perantara atau tekong darat sebesar Rp 7.000.000.-(tujuh juta rupiah) per orang. Sedangkan  pelaku inisial I sebagai tekong speedboat yang akan membawa PMI kenegara Malaysia mendapat upah sebesar Rp.4.000.000,- (empat juta Rupiah ) dari Sdr W.

barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku berupa 1 (Satu ) unit boat pancung fiber, 1 (satu) unit hp merek oukitel, 1 (satu) unit hp merek vivo, 1 (satu) unit hp merek samsung lipat, 1 (satu) lembar surat E-pas kecil, 2 (dua) jerigen BBM jenis pertalite, uang tunai sejumlah Rp 210.000.-(dua ratus sepuluh ribu rupiah), uang tunai Ringgit sejumlah Rm 5.-(lima ringgit) dan 1 (satu) lembar potongan tiket pesawat Super Air Jet. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here