Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengambil sampel limbah minyak hitam yang berada di perairan belakang padang. Foto : istimewa

Batamxinwen, Batam – Setiap tahun perairan Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam, selalu dicemari limbah minyak hitam. Hanya saja, sampai saat ini siapa dalang dibalik pembuangan limbah tersebut tak kunjung dapat terungkap, dan masih saja menjadi ancaman bagi masyarakat.

Terkait ini, Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kepulauan Riau, Hazhary mengatakan, kondisi pencemaran berulang seperti ini membuat pihaknya menjadi semakin penasaran, “Seberapa kuat dan terorganisirkah aktor intelektual di belakang Mafia limbah oil ini,”

Pasalnya, semua petinggi instansi di Kepri menurutnya sudah angkat bicara, tapi tindakan tegas untuk penyelesaian masalah belum juga ada. Bahkan, ada indikasi seolah – olah kasus ini memang sengaja dibiarkan mengambang.

“Sampai detik ini, kasus pembuangan limbah oil di perbatasan NKRI belum juga terungkap, Kapolda sudah bicara, Wakapolda sudah bicara, DLH Kota Batam dan Provinsi sudah bicara. Ini yang membuat kami semakin penasaran,” ujar Hazhary, Selasa (3/12).

Lanjut dia, kalau instansi di Kabupaten/Kota sampai dengan Provinsi memang belum mampu menguak aktor intelektual mafia pembuang limbah oil di perbatasan ini, dia berpikir langkah kedepan yang tepat menurutnya, adalah melibatkan beberapa instansi terkait dari pusat Jakarta untuk terjun langsung mengungkapnya.

Hal ini dia katakan karena, pembuangan limbah yang selama ini dibicarakan memang bersumber dari daerah perbatasan yang berkaitan erat dengan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Dan memang sepertinya Kepri sendiri belum mampu menyelesaikannya.

“Sepertinya untuk menyelesaikan kasus ini, kami sudah harus menggunakan jaringan yang berada di Pusat,” ujarnya.

Ya, persoalan limbah ini memang menjadi tugas bersama yang harus segera di selesaikan. Sebab, persoalan limbah ini telah mengganggu masyarakat khususnya nelayan, juga sudah sangat mengguncang stabilitas ekonomi di Kepri, khususnya di sektor kelautan dan pariwisata.

Semua masyarakat pesisir merasa selalu dihantui oleh permasalahan ini, salah satu dampak yang ditimbulkan akibat pembuangan minyak ini, selain pantai di sekitaran kawasan menjadi tercemar, boat atau pancung juga kotor, nelayan juga susah melaut.

Belum lagi berbicara soal keindahan pariwisata laut yang dibuatnya menjadi rusak, dan berdampak langsung terhadap kunjungan wisatawan baik dalam dan luar negeri. (Bintang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here