Sidang Pemeriksaan Terdakwa Wan Oknum Polisi di PN Batam

BATAMXINWEN.COM, Batam – Terdakwa Wan Syahhputra oknum kepolisian disersi terlibat narkoba membuat majlis hakim berang karena merusak citra institusinya, parahnya lagi berusaha berkelit dipersidangan.

Terdakwa Wan Syahputra hampir dua bulan tidak masuk bertugas di polsek Barelang dengan alasan jauh dan mengaku sudah dua bulan mengkonsumsi narkoba di ruli mertuanya simpang dam, kampung Aceh.

Selain memakai barang haram, terdakwa juga sebagai pengedar sehingga masjlis hakim meminta terdakwa menceritakan tentang kampung Aceh yang dikabarkan sarang narkoba.

” Benar yang mulia , namun persisnya saya tidak tahu dan barang narkoba didapat disana melalui Nyak(DPO),” KataWan diruang sidang utama PN Batam. Senin(24/10/2017).

Majlis hakim ketua Tumpal Sagala SH, MH kembali menegaskan agar terdakwa tidak berbohong dipersidagan karena dapat memberatkan hukuman terhadap terdakwa dan lebih baik jujur, pasalnya hampir setiap perkara masuk selalu kampung Aceh asalnya.

” Saudara telah merusak institusi Polri dengan memakai dan mengedar narkoba dan parahnya saudara dua bulan tidak bertugas dengan alasan jauh lokasi,” Kata Tumpal Sagala kwsal.

Selain itu. berdasarkan keterangan dua saksi kepolisan yang merupakan leting saudara, sudah jelas menemukan dikamar saudar alat hisap narkoba, timbagan dan sabu.

” Saudara tidak sadar diri, sudah diterima dikepolisian malah disalah gunakan, padahal banyak anak bangsa yang pintar ingin masuk polisi,” ujarnya.

Usai memeriksa terdakwa, majlis hakim ketua didampingi dua hakim anggota menunda sidang pekan depan dengan agenda mendegarkan tuntutan JPU Rumondang.

Seperti diketahui, Terdakwa Wan Syahputra ditangkap Tim Polresta Barelang dalam kamar kost milik mertuanya saat razia premanisme di Simpang Dam, ruli kampung Aceh 30 may 2017 sekira pukul 23.00 WIB.

Awalnya, terdakwa didatangi rekannya Nyak(DPO) menawarkan 1 bungkus sabu dibungkus plastik transparan seharga Rp50 ribu, kemudian dibeli terdakwa lalu Nyak(DPO) berlalu.

Sekira pukul 23.00 Wib di kamar kosan terdakwa, pada saat terdakwa sedang menonton televisi, terdakwa mendengar suara ribut – ribu dari luar kemudian karena penasaran terdakwa keluar dan melihat saksi Sauzu Amzar, saksi Ahmad Afandi.

saksi Tomy S Gultom, saski Dody Rizona Siregar, saksi Oloan Silaban (anggota Polri) yang sedang melakukan Razia Operasi Anti Premanisme di ruli Simpang Dam.

Bahwa kemudian saksi Sauzu Amzar, saksi Ahmad Afandi, saksi Tomy S Gultom, saski Dody Rizona Siregar, saksi Oloan Silaban melihat ke arah kamar kosan terdakwa terbuka selanjutnya memasuki kamar kos terdakwa.

Saat melakukan penggeledahan dari kamar kos terdakwa kemudian saksi Sauzu Amzar, saksi Ahmad Afandi, saksi Tomy S Gultom, saski Dody Rizona Siregar, saksi Oloan Silaban menemukan 1 bungkus shabu yang dibungkus dengan plastik transparan di atas lantai kamar kos terdakwa.

Selain itu ditemukan juga 1 buah alat hisap shabu atau bonk dari atas lantai dalam kamar kos terdakwa yang diakui kepemilikannya oleh terdakwa dan 1 unit timbangan digital serta 1 buah tas warna hitam merk Naughty’s Secret yang berisikan beberapa buah pipet kaca atau pirex.(red/di).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here