BatamXinwen, Batam – Jalan layang laluan Madani telah menjadi landmark kota Batam, dibangun dengan tujuan mengurai kemacetan serta cita rasa ornamen seni Melayu juga disematkan.

Tak hayal, Jalan layang Laluan Madani yang memiliki panjang 460 meter, lebar 32 meter, dan titik tertinggi dari permukaan tanah capai 9 meter. Menjadi ikon kebanggan warga Batam.

Namun, setelah diresmikan dan dioperasikan, seiring perjalanan waktu, Apabila hujan mengguyur kawasan tersebut, diketahui sering kali menggenangi jalan raya dibawahnya, pemandangan seperti itu kerap terlihat apabila hujan mengguyur Kota Batam.
Hingga sebagian besar masyarakat beranggapan kurang memadainya saluran drainase dibawahnya. Ternyata begini penampakan kondisi drainase atau saluran air dibawah jalan jenderal Sudirman Kota Batam itu.

Dari pantauan, terlihat saluran menyempit akibat tanah sisa pembangunan, ditambah pohon dan rumput yang tumbuh subur tanpa ada perhatian dan upaya revitalisasi dari instansi terkait.

Wanto warga sekitar mengatakan, setiap hujan turun dengan intensitas sedang, lokasi ini langsung digenangi air, karena saluran dibawahnya meluap tidak mampu menampung aliran air dari curah hujan.
“Saluran drainase (selokan) dipenuhi tumbuhan, bisa dipastikan setiap hujan turun cukup deras langsung menggenangi jalan raya simpang jam,” ujarnya, Rabu (19/9).

Ia juga menyampaikan, dengan seringnya terjadi genangan air di wilayah tersebut akibat hujan turun, diharapkan instansi terkait seperti Pemko dan BP Batam cepat tanggap. Supaya dapat langsung menangani pokok permasalahan tersebut.

Jalannya udah bagus, apalagi jembatan laluan madani sangat tepat dijadikan ikon Batam, namun disayangkan tidak didukung dengan Drainase yang memadai,” ucapnya. (pca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here