Batamxinwen, Jakarta – Biro Pusat Statistik Israel mengumumkan kondisi perekonomian negara sepanjang Kuartal I/2020, Senin (25/5/2020). Berdasarkan data yang dirilis, perekonomian Israel mengalami pukulan yang terbilang telak akibat pandemi Covid-19.
Menurut catatan pemerintah, produk domestik bruto (PDB) Israel pada kuartal I/2020 mengalami penurunan 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Ini adalah kali pertama Israel mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal pertama sejak 2012.
Tak cuma itu, jumlah pengangguran di negara tersebut juga melonjak signifikan. Berdasarkan survei pemerintah per 26 April 2020, tingkat pengangguran di Israel berada di angka 27,4 persen alias naik dibanding catatan di pengujung Maret (27,4 persen).

Statistik-statistik memprihatinkan tersebut kini menjadi tantangan berat buat Israel Katz, sosok yang ditunjuk sebagai Menteri Keuangan baru Israel per 18 Mei 2020 lalu. Katz diprediksi sejumlah pengamat bagai menitikberatkan peran bank sentral Israel untuk mengatasi kondisi saat ini.

Sisi baiknya, kendati mengalami kemerosotan, tingkat penurunan PDB Israel pada Kuartal I tidak seburuk perkiraan di awal. Sebelumnya survei analis yang dilakukan Bloomberg sempat memperkirakan tingkat kemerosotannya berada di kisaran 13 persen.

Adapun, kasus Covid19 di Israel belakangan cenderung menurun. Dalam 24 jam terakhir per Senin (25/5/2020), jumlah kasus tambahan cuma ada 5 orang. Kematian juga tak mengalami peningkatan sama sekali.

Sejauh ini total infeksi di Israel adalah 16.720 kasus, dengan 14.203 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 280 orang meninggal.(*)

Sumber: Bisniscom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here