BatamXinwen, Bintan – Ratusan pelajar peserta Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1 Toapaya Kabupaten Bintan, masih menerapkan sistem Manual, Senin (9/4).

Hingga saat ini, sulit menerapkan sistem komputerisasi UN di SMA Toapaya. Pasalnya jumlah banyak banyak sementara peralatan komputer kurang memadai.

“Jumlah siswa kita banyak, sementara fasilitas lab komputer kurang memadai,”kata Pittanauli Guru SMA 1 Toapaya.

Ada 140 siswa yang mengikuti UN, Dipastikan, semuanya hadir. Selain itu, tidak ada masalah kebocoran soal UN seperti yang pernah heboh waktu pelaksanaan UN SMK di Batam sebelumnya.

Lembaran UN yang merupakan rahasia negara kata dia disimpan seaman mungkin di kantor Polsek Gunung Kijang. Pihak sekolah mengambilnya bila ujian akan dilangsungkan sejam lagi.

“Kita ambilnya di Polsek, karena lembaran UN disimpan di sana. Begitu setiap hari, setiap jam 9 pagi. Jadi bisa dijamin tidak ada kebocoran soal seperti yang Anda tanyakan itu,” tambahnya lagi.

UN di sekolah tersebut di kawal ketat tim pengawas dari sekolah lain dua orang dan dari kepolisian polsek gunung kijang satu orang.

Ujian lebih kurang dua jam, dimulai pukul 10.30 dan berakhir pukul 12.30 WIB, yang berlangsung ketat saat Ujian Berlangsung.

Ketatnya pengawas UN, melarang wartawan untuk mengambil gambar dari jarak dekat.

“Mohon maaf, pak, ini himbauan dari kepala dinas Provinsi Kepri agar selama UN berlangsung tidak boleh ada yang mendekat selain pengawas, pun dengan media,”ujar Pittanauli, selretaris panitia UN SMAN 1 Toapaya.(And).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here