Studi: Minum Teh atau Kopi Bisa Kurangi Risiko Stroke

Studi terbaru menunjukkan minum teh atau kopi di pagi hari terkait dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah.(Foto: Karolina/KaboomPics) Baca artikel CNN Indonesia "Studi: Minum Teh atau Kopi Bisa Kurangi Risiko Stroke" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211117142740-255-722427/studi-minum-teh-atau-kopi-bisa-kurangi-risiko-stroke.

Batamxinwen, Jakarta – Mulai hari Anda dengan minum segelas teh atau kopi di pagi hari. Studi terbaru menunjukkan minum teh atau kopi di pagi hari terkait dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah.

Studi dari Tianjin Medical University di Tianjin, China ini menganalisis lebih dari 360 ribu peserta selama 10-14 tahun.

Studi yang dipublikasikan di PLOS Medicine ini mengamati orang berusia 50 hingga 74 tahun yang melaporkan sendiri konsumsi minum kopi dan teh mereka. Selama masa studi, 5.079 peserta terkena demensia dan 10.053 mengalami stroke.

Hasilnya orang orang yang minum 2-3 cangkir kopi, 3-5 cangkir teh, atau kombinasi 4-6 cangkir kopi atau teh sehari memiliki risiko terendah mengalami stroke dan demensia.

“Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi moderat kopi dan teh secara terpisah atau dalam kombinasi dikaitkan dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah,” kata penulis penelitian, dikutip dari CNN.

Secara rinci, orang yang minum 2-3 cangkir kopi dan 2-3 cangkir teh, dengan total 4-6 cangkir memiliki risiko demensia 28 persen lebih rendah dan stroke 32 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum keduanya.

Minum kopi atau teh saja juga dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terkena stroke dan demensia.

“Apa yang hanya bisa kami katakan adalah bahwa dalam penelitian ini, orang yang melaporkan minum kopi atau teh dalam jumlah sedang cenderung tidak mengalami stroke atau demensia dalam 10 tahun masa tindak lanjut,” kata kepala American Stroke Association Advisory Committee, Lee H Swamp.

Peneliti dan para ahli menekankan bahwa minum kopi dan teh terkait dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah. Namun, bukan berarti dapat mencegah kondisi tersebut. Peneliti menyarankan untuk tetap melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah timbulnya penyakit. (Red)

Sumber : CNNIndonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here