Batamxinwen, Jakarta – Ricuh suporter pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2020 antara Indonesia dan Malaysia, pada 5 September 2019 silam itu memantik musibah. Atas kejadian itu, organisasi sepak bola dunia FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi berupa denda kepada PSSI.

Besaran denda yang dijatuhkan FIFA sebesar 45.000 franc swiss (chf) atau sekitar Rp 643 juta. Beruntung bagi PSSI, FIFA tak memberikan sanksi berupa pertandingan tanpa penonton di laga-laga selanjutnya.

“PSSI menghormati proses hukum dan putusan dari FIFA. Kami akan segera memenuhi kewajiban kami dan mengevaluasi agar tidak terulang,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

“Sepak bola harusnya menyatukan, mempromosikan keragaman budaya dan menyerukan sikap saling menghormati,” tutupnya.

Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Timnas Indonesia takluk 2-3 dari rivalnya tersebut. Pertandingan Indonesia vs Malaysia tidak hanya bicara soal bagaimana ‘Garuda’ diterkam ‘Harimau’, tetapi juga bagaimana suporter Indonesia melakukan provokasi dan menyerang para pendukung Malaysia.

Selain melakukan pelemparan botol air mineral ke tribune pendukung Malaysia, sejumlah suporter Indonesia juga turun dari tribune dan melakukan provokasi di depan tribune suporter Malaysia. Insiden ini membuat pertandingan terhenti selama beberapa menit pada babak kedua.

Kericuhan juga terjadi di luar stadion. Begitu pertandingan selesai, sekelompok suporter terlihat melemparkan batu ke polisi di area pintu I. kumparanBOLA juga melihat sekelompok suporter bernyanyi menyuarakan kekecewaan mereka pada PSSI di depan pintu tribune utama Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Insiden tersebut sempat membuat pendukung Malaysia tertahan di dalam stadion. Setelah situasi terkendali, barulah polisi mempersilakan para pendukung Malaysia meninggalkan stadion.

Sumber: kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here