BX/Adi. Jumlah penumpang Fool ada 4000 penumpang 1800 diantaranya adalah kru kapal", untuk para tamu kapal pesiar dream cruise yang mengunjungi bintan

BatamXinwen,Jakarta – Sepanjang tahun lalu, jumlah orang Indonesia yang belayar menggunakan cruise meningkat 40,2% dari tahun sebelumnya yang mencapai 33.200 wisatawan.

Direktur Asia Tenggara Princess Cruises Farriek Tawfik mengatakan jumlah orang Indonesia berlayar pada 2017 mencapai 46.700 wisatawan yang meningkat 40.2% dari 33.200 di tahun sebelumnya.

“Wisatawan dari Indonesia hanya 1,2% dibandingkan 4 juta wisatawan Asia yang berlayar di tahun 2017, oleh karena itu potensi pasar lndonesia masih sangatlah besar,” ujarnya, Selasa sebagaimana dilansir bisnis(7/8/2018)

Asia menjadi rumah bagi pertumbuhan pasar wisata pesiar terpesat di dunia dengan lebih dari 4 juta penumpang menikmati wisata pesiar di tahun 2017.

Angka ini melampaui jauh dari prediksi perkiraan wisatawan yang baru tercapai di tahun 2020.

“Di tahun ini lebih dari 4,26 juta penumpang Asia akan menikmati wisata pesiar, dan Indonesia akan menjadi kunci pasar penting dalam mencapai angka tersebut,” kata Farriek.

Terlebih lagi, lanjutnya, berdasarkan data dari Euromonitor lnternasional Indonesia memiliki kelas menengah keempat terbesar di dunia dengan 19.6 juta rumah tangga pada 2016.

Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 23.9 juta pada 2030.

“Kelas menengah yang tumbuh pesat dan meningkatnya kekayaan konsumen di indonesia ini menciptakan peningkatan permintaan untuk liburan mewah di luar negeri,” ucapnya.

Rerata usia wisatawan pesiar Indonesia adalah 42 tahun dimana sebesar 28% wisatawan pesiar lndonesia berusia antara 20-39 tahun.

“Hal ini menandai meningkatnya jumlah wisatawan Milenial yang memilih wisata pesiar,” ujarnya.

Untuk kapal pesiar jalur panjang, AIaska/Amerika menjadi destinasi terpopuler di kalangan wisatawan Indonesia, kemudian diikuti oleh destinasi seperti Eropa dan Mediterania, menunjukkan meningkatnya keinginan masyarakat Indonesia dalam mengunjungi destinasi populer dunia.

“Wisatawan telah menjadi lebih unggul dan menyukai pelayaran mewah. Mereka pun tidak keberatan untuk terbang ke titik keberangkatan mereka demi menikmati kapal pesiar, dan lebih bersedia untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersantai sebelum dan sesudah berlayar,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here