Anggota DPRD Kepri, Fraksi Partai Golkar, Asmin Patros. (Foto: Phendi/BX)

Batamxinwen, Batam – Tak mau kalah langkah dengan partai politik lain. Partai Golkar mulai pasang kekang. Sinyal yang diberikan partai berlambang beringin tak menerima kader luar partainya, ternyata terkuak. Partai besutan Airlangga Hartarto  itu sedang menyiapkan dua kader terbaiknya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Batam, Yunus Muda bahkan blak-blakan menyebut dua kader partai gaek itu untuk dijual ke publik Kota Batam.

Sederet kader itu adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Batam Ruslan Ali Wasyim yang juga saat ini adalah Anggota DPRD Kota Batam.

Selain Ruslan, ada Asmin Patros. Kader Golkar yang sudah banyak makan asam garam di dunia politik. Kader ini sudah lima periode menjadi wakil rakyat baik di Kota Batam maupun secara kelembagaan di DPRD Provinsi Kepri.

“Pak Asmin Patros itu sudah lima periode jadi anggota DPRD. Tiga periode di DPRD Kota Batam dan dua periode di DPRD Provinsi Kepri. Dia layak dijual oleh Partai Golkar ke publik masyarakat Kota Batam,” kata Yunus.

Memang tak mudah mengukur keterpilihan (elektabilitas) seseorang di ajang pemilihan kepala daerah. Partai Golkar tentu menyediakan sejumlah langkahnya.

“Kami memang terus didorong untuk even politik di Batam dan Kepri, tetapi semuanya masih terus berproses,” ucap Asmin Patros menanggapi sikap partai yang sedang mendorongnya maju bertarung di pemilihan wali kota dan wakil wali kota Batam 2020 mendatang.

Dia mengaku, tak hanya sekali ini dirinya didorong ikut dalam suksesi pada pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu. Meskpun dinilai wajar karena dirinya adalah seorang pekerja politik, namun begitu patut juga melalui sejumlah langkah.

Dalam politik elektoral, kata Asmin, semua kalkulasi harus dilakukan dengan sangat matang dan terukur. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan akhir dari perjuangan politik itu sendiri. Sejumlah langkah untuk mengetahui elektabilitas harus dilakukan seperti survei dan sejumlah langkah lainnya. “Langkah itulah yang tentunya akan dilakukan untuk kepentingan ini,” tuturnya kepada Batamxinwen, belum lama ini.

Partai Golkar adalah partai berpengalaman dan sudah sangat tua usia. Dan olehnya sangat punya mekanisme dan langkah dalam taktik elektoral ini. “Kami akan lakukan semacam survei siapa yang layak. Di pilkada kita tak sekadar ikut tapi mau menang, karena itu dengan perhitungan-perhitungan matang,” katanya

Di titik itulah, lanjut dia, jika langkah survei tak menujukan kelaikan untuk maju karena minim dukungan, yang harus dilakukan adalah memberi kesempatan kepada kader lain yang layak dan benar-benar memiliki elektabilitas yang mumpuni.

“Tak usahlah dipaksa jika diri tak pantas. Janganlah bertindak bak pepatah, bila hidung tak mancung, pipi pun tersorong-sorong,” katanya.(Phendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here